
Tim Densus 88 melakukan penggerebekan di dua lokasi yang berdekatan di sekitar kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, yang diduga menjadi tempat persembunyian terduga teroris. Dalam penggerebekan tersebut, dua orang tewas.
Menurut juru bicara Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus kepada wartawan BBC Indonesia, Isyana Artharini, "Pada saat penggerebekan kedua, tersangka yang dua orang sempat melawan, mengeluarkan tembakan, sehingga terjadi baku tembak, dan akhirnya dua tersangka tersebut meninggal dunia."
Dua lokasi penggerebekan tersebut, kata Yunus, ada di Ubrug, Jatiluhur, dan lokasi kedua di sekitar Waduk Jatiluhur.
Sampai berita ini diturunkan, menurut Yusri, polisi masih melakukan olah TKP untuk mengetahui apakah ada bom atau senjata di lokasi, meski "ada beberapa barang bukti yang sudah dibawa".
"Kami masih menunggu G-Bomb (pasukan khusus penjinak bom) untuk melakukan olah TKP," kata Yusri.
Yusri juga belum bisa memastikan identitas empat orang yang diincar oleh Densus 88 tersebut, termasuk dua terduga teroris yang tewas, serta jaringan atau peran mereka.
Sebelumnya, pada Rabu (21/12), dalam waktu hampir bersamaan, polisi telah menewaskan tiga orang terduga teroris di Tangerang Selatan dan menangkap tiga orang lainnya di Payakumbuh, Sumatera Barat, Deli Serdang, Sumatera Utara, serta di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Pengamat menyebut bahwa pengungkapan jaringan terduga teroris di Tangerang Selatan, Payakumbuh, Deli Serdang serta Batam membuktikan bahwa mereka menyebarkan ideologi radikal melalui sel-sel kecil yang sulit terdeteksi.
Menurut juru bicara Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus kepada wartawan BBC Indonesia, Isyana Artharini, "Pada saat penggerebekan kedua, tersangka yang dua orang sempat melawan, mengeluarkan tembakan, sehingga terjadi baku tembak, dan akhirnya dua tersangka tersebut meninggal dunia."
Dua lokasi penggerebekan tersebut, kata Yunus, ada di Ubrug, Jatiluhur, dan lokasi kedua di sekitar Waduk Jatiluhur.
Sampai berita ini diturunkan, menurut Yusri, polisi masih melakukan olah TKP untuk mengetahui apakah ada bom atau senjata di lokasi, meski "ada beberapa barang bukti yang sudah dibawa".
"Kami masih menunggu G-Bomb (pasukan khusus penjinak bom) untuk melakukan olah TKP," kata Yusri.
Yusri juga belum bisa memastikan identitas empat orang yang diincar oleh Densus 88 tersebut, termasuk dua terduga teroris yang tewas, serta jaringan atau peran mereka.
Sebelumnya, pada Rabu (21/12), dalam waktu hampir bersamaan, polisi telah menewaskan tiga orang terduga teroris di Tangerang Selatan dan menangkap tiga orang lainnya di Payakumbuh, Sumatera Barat, Deli Serdang, Sumatera Utara, serta di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Pengamat menyebut bahwa pengungkapan jaringan terduga teroris di Tangerang Selatan, Payakumbuh, Deli Serdang serta Batam membuktikan bahwa mereka menyebarkan ideologi radikal melalui sel-sel kecil yang sulit terdeteksi.
BBC/AF

