Nama Sunny Tanuwidjaja melambung ngetop sejak KPK membongkar kasus suap reklamasi yang menyeret anggota DPRD DKI Mohamad Sanusi. Dan sekarang kita tahu, Sunny Tanuwidjaja, lulusan ilmu politik Northern Illinois University, Amerika Serikat, adalah hopeng sekaligus penasehat politik Ahok.
Peran Sunny dalam urusan reklamasi dan kedekatannya dengan Ahok, antara lain tergambar dari: Sunny mengakui pernah 'rapat' dengan Sugianto Kusuma alias Aguan, bos raksasa properti Agung Sedayu Group beberapa kali. “Kadang di kantor, kadang sambil makan pempek,” katanya. Aguan meminta agar kontribusi tambahan diatur dalam Peraturan Gubernur saja agar pembahasan Raperda tak berlarut-larut.
“Saya bilang nanti saya atur,” kata Sunny. Ia lalu meneruskan pesan Aguan kepada Ahok.
Kemudian Sunny pun menyampaikan pesan Aguan tersebut kepada Ahok. "Pak Gubernur bilang terserah, asalkan 15 persen tetap masuk," ujar Sunny, menirukan jawaban Ahok.
Gubernur DKI Jakarta Ahok Basuki Tjahaja Purnama mengakui kedekatannya dengan Sunny Tanuwidjaja yang merupakan penasehat politiknya itu.
Menurut Ahok, hubungannya dengan Sunny sangat dekat.
Sunny awalnya dekat dengannya karena "penasehat politik" Ahok itu sedang menulis disertasi untuk gelar doktoralnya di Department of Political Science, Northern Illinois University, Amerika Serikat.
"Dia mau bikin tesis, lama-lama kita kaya temen saja, kan. Dia datang, kita enggak bayar dia gaji. Aku bilang sih dia lebih condong kaya temen. Bisa saja orang sebut staf khusus karena sering bolak-balik ke sini," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.
Sunny dikenal memiliki loyalitas tinggi pada Ahok.
Sunny, kata Ahok, kagum dengan gaya berpolitik Ahok. Lalu, saking akrabnya, Sunny pernah mengajak Ahok ke Amerika.
"Dia undang saya ke Amerika, 2010 saya baru berangkat ke Amerika. Waktu saya bilang mau cawagub DKI, dia pengen lihat.” kata Ahok.
Setelah itu, Sunny mengatur strategi dan agenda politik Ahok
Singkat kata, pilkada selesai dan Ahok terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pada 2014, kariernya menanjak menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang menjadi Presiden RI.
Sunny tetap dekat dengan Ahok, tapi Ahok menolak menyebut Sunny sebagai stafnya.
Hubungan Sunny cukup dekat dengan banyak raja properti dan taipan. Ahok juga menyebut Sunny sangat dekat dengan bos Sinar Mas, Franky Widjaja. Franky adalah anak dari Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group. Dan istri Franky adalah sepupu Sunny.
Ahok mengatakan hingga saat ini Sunny masih menjabat menjadi Direktur Eksekutif Centre for Democracy and Transparency (CDT).
CDT merupakan lembaga kajian ilmiah dan opini publik yang didirikan oleh Ahok. "Saya kan tidak boleh lagi pegang ormas, jadi saat dia datang dan bilang mau ambil doktor ilmu politik, ya saya kasih semua LSM ke teman-teman saya," kata Ahok.
Ahok mengatakan, keputusan menempuh jalur partai politik dan meninggalkan rencana jalur independen bukan berasal dari saran Sunny.
"Bukan saran beliau (Sunny)," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan.
Presiden Jokowi yang mempengaruhi Ahok memilih jalur partai politik untuk bertarung di Pilgub DKI 2017.

Pak Jokowi ngomong begini: ada risiko kalau lewat independen," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta (8/8/2016).
Awalnya Ahok menyatakan ke Jokowi dirinya siap maju lewat jalur independen, sudah ada 1 juta orang yang mendukung.
Sesuai Undang-undang, 1 juta orang tersebut harus ditemui satu per satu pada tahap verifikasi. Jika tidak ditemui seluruhnya, maka verifikasi cacat hukum.
Saat itu, Jokowi bilang ke Ahok: "Kalau lawan kamu menafsirkan seperti itu, emangnya kamu yakin bisa temui sejuta orang? Ini logika loh. Nah, kalau ditafsirkan seperti itu, lalu kamu digagalkan tidak nyalon, lalu mau apa?"
Kesimpulan diskusi dengan Jokowi itu, kata Ahok, pencalonannya bisa dinilai cacat jika verifikasinya cacat. Maka diputuskanlah Ahok maju melalui jalur partai politik. Dan dukungan partai politik yang diperoleh Ahok, tidak lepas dari peran pengaruh Jokowi
Kini, Sunny tetap bergerak demi Ahok. Di balik layar, Sunny terus melakukan lobi-lobi delapan penjuru angin untuk pemenangan Ahok di pilgub DKI 2017
Dan tentu saja memikirkan strategi logistiknya. Mana mungkin tangan kosong ya ...
Anita Fransiska


