Bertanggung jawab atas kegagalan adalah ciri pemimpin yang hebat. Sukses adalah berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain tanpa kita kehilangan semangat, kata Abraham Lincoln.
1831 Abraham Lincoln mengalami kebangkrutan dalam bisnisnya.
1832 Abraham Lincoln menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal.
1833 Abraham Lincoln kembali menderita kebangkrutan.
1835 Istri Abraham Lincoln meninggal dunia.
1836 Abraham Lincoln menderita tekanan mental sedemikian rupa, sehingga hampir saja masuk rumah sakit jiwa.
1840 Abraham Lincoln gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat.
1842 Abraham Lincoln menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres Amerika Serikat.
1848 Abraham Lincoln kalah lagi di konggres Amerika Serikat.
1855 Abraham Lincoln gagal lagi di senat Amerika Serikat.
1856 Abraham Lincoln kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden Amerika Serikat.
1858 Abraham Lincoln kalah lagi di senat Amerika Serikat.
1860 Abraham Lincoln akhirnya terpilih menjadi presiden Amerika Serikat.
Sudah sifat manusia untuk menerima pujian atas kesuksesan dan menyalahkan orang lain atas kegagalan, kata Oliver Donoghue, direktur dan pendiri agen pencarian bakat Nonstop Recruitment Schweiz AG di Praha.
“Apa yang harus Anda pahami ialah bukan kesalahan yang menentukan siapa Anda,” kata Donoghue, “tapi cara Anda menanganinya.”
Belajar cara yang benar untuk memikul tanggung jawab atas suatu kegagalan ialah hal krusial, kata David Rodnitzky, CEO 3Q Digital, perusahaan media di California. Sembari mengakui masalah Anda, tawarkan analisis tentang akar masalah itu, dan bagaimana Anda akan menghindarinya di masa depan.”
Sudah sifat manusia untuk menerima pujian atas kesuksesan dan menyalahkan orang lain atas kegagalan, kata Oliver Donoghue, direktur dan pendiri agen pencarian bakat Nonstop Recruitment Schweiz AG di Praha.
“Apa yang harus Anda pahami ialah bukan kesalahan yang menentukan siapa Anda,” kata Donoghue, “tapi cara Anda menanganinya.”
Belajar cara yang benar untuk memikul tanggung jawab atas suatu kegagalan ialah hal krusial, kata David Rodnitzky, CEO 3Q Digital, perusahaan media di California. Sembari mengakui masalah Anda, tawarkan analisis tentang akar masalah itu, dan bagaimana Anda akan menghindarinya di masa depan.”
Melawan Ego
Cristina Mariani-May baru-baru ini merasakan sendiri betapa susahnya mengakui kesalahan.
Keluarganya memiliki Banfi Wines, perusahaan berbasis di New York yang telah mengekspor anggur Italia ke seluruh dunia sejak 1919. Mulai 1978, perusahaan itu juga memiliki kebun anggur di Toskana.
BANLI VINTERS
Ayah Cristina, John Mariani, mendapat ide untuk membuka hotel di lahan properti seluas 2.900 meter persegi milik mereka. Dalam rapat, ia menyarankan perusahaan mereka menjalankan hotel itu sendiri. Mariani-May berpendapat mereka butuh merekrut seorang ahli. Perdebatan memanas, dan tampaknya tak ada yang mau mengalah.
Mariani-May setuju untuk mempelajari dua opsi itu. Dua tahun kemudian, setelah berkonsultasi dengan pemilik kebun anggur lainnya, ia menemui ayahnya dengan membawa jawaban sulit: Ayah benar.
“Saya harus menelan harga diri saya, dan mengakui saya salah,” tutur Mariani-May. “Memang tidak mudah, namun setelah saya mengakui kesalahan saya, kami dapat melangkah maju.”
CASTELLO BANFI IL BORGO
Lima tahun lalu perusahaan itu membuka Castello Banfi il Borgo, hotel 14 kamar di lantai dasar kastil dari abad ke-12. Sejak itu, Condé Nast Traveler menempatkannya pada peringkat atas, di antara hotel-hotel terbaik di Italia, dan Fodor’s Travel menobatkan sebagai satu dari 10 hotel kebun anggur terbaik di dunia. Ini tak akan mungkin, kata Mariani-May, jika ia tak pernah mengakui kesalahannya.
“Ini salah satu aset manajemen yang baik. Jangan menangani proyek besar apapun dengan ego, dan bersiaplah mengaku jika Anda membuat kesalahan.”

