Para sejarahwan Arab berpendapat bahwa Brahma dan Ibrahim atau Abraham, nenek moyang mereka, adalah orang yang sama. Persia umumnya menyebut Abraham sebagai Ibrahim Zeradust. Brahma Hindu diyakini pasti berasal dari Abraham.
Ram dan Abraham adalah mungkin orang atau marga yang sama. Misalnya, suku kata “Ab” atau “Ap” berarti “ayah” di Kashmir. Orang-orang Yahudi prototipikal bisa disebut Ram “Ab-Ram” atau “Bapa Ram.” Ini juga dibayangkan bahwa kata “Brahm” berevolusi dari “Ab-Ram” dan bukan sebaliknya. Jadi Brahm (Brahma) kemungkinan dari kata Ab-Ram (Abraham). Kata Kashmir untuk “Kerahiman Ilahi,” Raham, juga berasal dari Ram. Ab-Raham = “Bapak atas Rahmat Ilahi.” Rakham = “Kerahiman Ilahi” dalam bahasa Ibrani; Ram juga istilah Ibrani untuk “pemimpin yang ditempatkan atau gubernur.”
Sejarawan India AD Pusalker, yang dalam esai “Traditional History From the Earliest Times” appeared in The Vedic Age”, mengatakan bahwa Ram masih hidup pada tahun 1950 SM, yaitu sekitar waktu Abraham, Indo-Ibrani, dan Arya membuat migrasi besar India ke Timur Tengah sejak Banjir Besar.
Salah satu tempat suci di kawasan Kabah (Maqam Ibrahim) juga didedikasikan untuk Ibrahim/Abraham. Kata ”Abraham“ tidak lain dari malpronounciation dari kata Brahma. Hal ini dapat secara jelas membuktikan jika salah satu kata berakar dari kedua kata. Abraham dikatakan menjadi salah satu dari para nabi Semit tertua. Namanya seharusnya berasal dari makna dua kata Semit ‘Ab’ ‘Ayah’ dan ‘Raam / Raham yang berarti yang ditinggikan.
![]() |
| Maqam Ibrahim di dekat Kabah |
“Utara Afghanistan disebut Uttara Kuru dan merupakan pusat pembelajaran besar. Seorang wanita India pergi ke sana untuk mempelajari dan menerima gelar VAK, yaitu Saraisvati (Sarah). Hal ini diyakini bahwa Brahm, dia guru (dan setengah saudara), sangat terkesan dengan kecantikannya, pendidikan, dan intelektual yang kuat, dan bahwa ia menikahinya. ” (The Hindu History, P. 48, in passim.)
Kaum pagan Arab sebelum masa Nabi Muhammad, menyembah banyak Dewa tetapi ada satu Dewa Tertinggi yang tak dapat digambarkan tak dapat dirupakan wujudnya, maka tak ada patungnya. Dewa tertinggi itu bernama Allah. Ayah Nabi Muhammad bernama Adullah yang bermakna hamba Allah.
Nabi Muhammad mengajak untuk hanya menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, dan mengganti dewa dewi dengan Asma'ul Husna, Nama-nama Allah yang Indah.
Makna La ilaha ill-Allah adalah: Tidak ada tuhan selain Tuhan.
Akan halnya kepercayaan yang dianut pemeluk Hindu, Sang Hyang Widhi (disebut juga sebagai Acintya atau Sang Hyang Tunggal) adalah sebutan bagi Tuhan yang Maha Esa dalam agama Hindu Dharma masyarakat Bali. Dalam konsep Hinduisme, Sang Hyang Widhi dikaitkan dengan konsep Brahman. Dalam bahasa Sanskerta, 'Acintya' memiliki arti 'Dia yang tak terpikirkan,' 'Dia yang tak dapat dipahami,' atau 'Dia yang tak dapat dibayangkan.'
Dari masyarakat spiritual di Afghanistan Selatan, masyarakat serupa tersebar di seluruh dunia: seluruh India, Nepal, Thailand, Cina, Mesir, Suriah, Italia, Filipina, Turki, Persia, Yunani, Laos, Irak, – bahkan Amerika. Bukti linguistik kehadiran Brahm di berbagai belahan dunia lebih dari jelas: Persia: Braghman (Kudus); Latin: Bragmani (Kudus); Rusia: Rachmany (Kudus); Rachmanya Ukraina (Imam, Kudus); Ibrani: Ram ( Pemimpin Agung); Sebuah kata suci di kalangan umat Hindu dan merupakan suku kata mistik “OM”.
DR. Ved Prakash dari Alahabad University, India, dalam bukunya berjudul Muhammad in the Hindu Scriptures, mengupas tentang kriteria yang disebutkan dalam kitab suci kaum Hindu, Wedha, tentang ciri-ciri "Kalky Autar" (Petunjuk Yang Maha Agung)
Dalam kitab suci Wedha disebutkan mengenai ciri Kalky Autar diantaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama Syanuyihkat dan ibunya bernama Sumaneb. Dalam bahasa sansekerta kata Syanuyihkat adalah paduan dua kata yaitu Syanu artinya Tuhan sedangkan Yahkat artinya Anak Lelaki atau Hamba yang dalam bahasa Arab disebut Abdun.
Dengan demikian kata Syahuyihkat artinya "Abdullah". Demikian juga kata Sumaneb yang dalam bahasa sansekerta artinya Amana atau Amaan yang terjemahan bahasa Arabnya "Aminah".
Semua orang tahu bahwa nama ayah Nabi Muhammad adalah Abdullah dan nama ibunya Aminah.
Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya kedalam sebuah goa untuk mengajarkan Kalky Autar (Petunjuk Yang Maha Agung). Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat Nabi Muhammad didatangi malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu dari Allah.
Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor tunggangan yang larinya sangat cepat yang membawa Kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit. Ini merupakan isyarat langsung kejadian Isra' Mi'raj Nabi Muhammad.
La ilaha ill-Allah. Tidak ada tuhan selain Tuhan.
Siti Rahmah
Editor Galaberita



