Kita mengklaim bahwa kita jujur, kita baik, tapi diam-diam kita tetap saja melanggar etika dan aturan. Delusi memudahkan kehidupan sehari-hari kita, tapi ada harga yang harus dibayar, menurut Cam Caldwell, seorang profesor manajemen di Purdue University North Central, Indiana di AS, yang sudah meneliti soal identitas, kemawasan diri dan pernah membohongi diri sendiri selama beberapa dekade.

Menurutnya, membohongi diri sendiri adalah "memahami dua ide yang saling bertentangan tanpa mengakui konfliknya".
Harga yang harus dibayar untuk membohongi diri sendiri adalah risiko terasing, saat kita kehilangan kemampuan untuk berhubungan baik dengan banyak pihak. Karena obsesi kita terhadap realita yang kita bangun sendiri lebih besar daripada minat kita terhadap realitas yang sesungguhnya, tulis Caldwell dalam sebuah naskah akademis, mengutip psikiatris AS M Scott Peck.
Agaknya perlu tanyakan ini pada diri kita sendiri: Mana yang lebih buruk - sebuah pengakuan tak sedap tentang situasi kita yang sebenarnya, atau pendekatan 'lakukan sesuai dorongan ego' yang bisa menghancurkan karier dan reputasi kita?
Berhadapan dengan kenyataan memang bisa menyulitkan, tetapi tak mau mengatasi kenyataan bisa berdampak pada banyak aspek kehidupan kita.
Tentu saja, melihat kebenaran tentang diri kita sendiri dan bertindak realistis membutuhkan keberanian dan keteguhan.
Seperti tirai terbuka, dan kita melihat kenyataan yang sebenarnya.
BBC / Rhea Wessel

