Ada begitu banyak yang telah ditulis mengenai sindikat kejahatan Rothschild sehingga bagi mereka yang bukan merupakan bagian dalam Kebangkitan Besar/Gerakan Kebenaran, ini akan menjadi sangat membingungkan. Berikut ini perspektif Alexander Azadgan, Doctor of Philosophy Saddleback College.
Adalah niat saya untuk mengungkapkan sindikat kejahatan Rothschild dalam artikel ini dan berbicara kepada orang-orang awam, bukan hanya kepada para elit intelektual.
Sebelum saya memulai, saya ingin secara tegas menyatakan hal berikut: Bagi orang-orang Freemasonik yang tujuannya selalu membohongi dan membingungkan massa dengan mengeruhkan kebenaran, agar menjadi jelas bahwa apa yang akan jelaskan di sini bukanlah “teori konspirasi” – sebuah istilah merendahkan yang biasanya mereka gunakan ketika mereka ingin mematikan sebuah perdebatan yang jelas dan benar. Tidak, kami adalah akademisi, kami tidak tertarik pada “teori konspirasi”. Namun, kami sangat tertarik pada fakta-fakta konspirasi! Dan biarkan saya mengatakan sebuah perkataan lama bahwa trik terbesar yang telah dilakukan iblis (sepanjang sejarah manusia) adalah untuk meyakinkan massa bahwa ia tidaklah ada. Dengan kata pengantar ini dalam pikiran, sekarang saya akan masuk ek dalam pokok persoalan.
Selama kurang lebih 250 tahun, keluarga kriminal Zionis Rothschild yang memiliki banyak muka, dengan prototipikal Luciferian, anti-Kristen, aspirasi globalis mereka telah menginginkan untuk menyatukan dan menjalin pihak mereka sendiri ke dalam struktur kekuasaan keuangan global serta alat-alat pencuci otak massal yang sekarang kita sebut dengan media barat mainstream yang dikendalikan oleh mereka.
Dan sampai saat ini, secara umum mereka telah berhasil. Namun dalam dua dekade terakhir atau lebih, meskipun perlahan tapi pasti, akhirnya keadaan berbalik untuk melawan mereka, terutama berkat gerakan kebangkitan global luas yang difasilitasi melalui proliferasi pengetahuan yang belum pernah terjadi sebelumnya, berkat revolusi dari teknologi informasi.
Jika kita semua bertujuan untuk benar-benar mengekspos agenda setan Illuminati dan mekanisme dari New World Order yang telah menguasai dunia selama berabad-abad, maka kita harus mempersenjatai diri kita sendiri dengan fakta-fakta tersembunyi sampai hari ini yang bukan merupakan versi sejarah yang diajarkan kepada kita dalam arus utama yang disebut-sebut sistem pendidikan mainstream, melainkan beralih ke dalam fakta-fakta alternatif yang tersembunyi yang dulunya hanya diketahui oleh berbagai kalangan okultisme di seluruh dunia, terutama yang disebut-sebut dengan peradaban Barat. Dan kita hampir tidak mungkin untuk menyelidiki fakta-fakta ini tanpa menyebutkan nama Rothschild. Ya, informasi selalu menjadi sebuah kekuatan utama.
George Orwell menjelaskannya dengan baik dalam buku legendaris karyanya yang berjudul “1984”: Ia yang mengendalikan masa lalu juga mengendalikan masa depan. Ia yang mengendalikan masa kini juga mengendalikan masa lalu.” Keluarga Rothschild adalah apa yang saya sebut para arsitek obsesif dan kompulsif kendali utama – sangat teliti sehingga hanya ada beberapa contoh dalam sejarah.
Catatan: Jangan khawatir dengan kata “okult/gaib” yang secara harafiah berarti, “apa yang (telah) tersembunyi”. Dengan memberikan cahaya ke dalam masalah ini, pengetahuan tersembunyi ini tidak akan lagi bersifat tersembunyi namun menjadi jelas. Oleh karena itu kami membuang sifat mistik dan okultismenya.
Berikut adalah beberapa fakta singkat tentang keluarga Rothschild:
Pada tahun 1917, tangan-tangan sindikat kejahatan Rothschild di Inggris secara efektif memutarbalikkan fakta dan dengan memaksa melobi pemerintah Inggris berjanji untuk memberikan mereka Palestina dalam pertukarannya untuk melibatkan AS ke dalam Perang Dunia I berpihak kepada Inggris dan dengan demikian memastikan kemenangan Inggris atas Jerman, dan seterusnya. Dengan demikian Deklarasi Balfour dibuat. Ini adalah sebuah surat satu halaman resmi dari Menteri Luar Negeri Inggris pada saat itu, Arthur James Balfour, kepada Baron Rothschild yang menyatakan sebagai berikut: “Pandangan pemerintahan yang mulia mendukung pembentukan Palestina sebagai rumah nasional bagi bangsa Yahudi, dan akan menggunakan semua upaya terbaik untuk memudahkan tercapainya tujuan ini."
Ada sebuah masalah besar dalam skenario ini: Palestina bukanlah milik Inggris untuk diberikan kepada pihak Yahudi. Negara tersebut secara sah dimiliki oleh orang-orang Arab Palestina yang telah berdiam di sana selama berabad-abad alamnya – kurang lebih selama 2000 tahun tepatnya! Masuklah Zionis Rothschild dan merebut wilayah ini dengan cara-cara mereka. Secara perlahan tapi pasti, mereka mulai dengan brutal mengevakuasikan tanah Palestina dan mengambil alih. Dalam beberapa dekade terakhir, kaum Zionis telah membunuh dan membuat korban jutaan warga Palestina. Mereka masih melakukan genosida tersebut sampai hari ini dengan restu penuh dari Washington tentunya.
Menurut sejarawan Inggris Simon Schama, keluarga Rothschild memiliki 80% dari apa yang mereka sebut sebagai negara oportunis “Israel” – sebuah penghujatan terhadap kaumnya sendiri sesuai dengan Yahudi Torah yang sejati (menurut pemahaman kitab suci Yahudi) bahwa setelah penghancuran Bait Allah di Yerusalem pada tahun 70 SM, bangsa Israel HANYA dapat dibangkitkan kembali oleh Mesias sendiri dan sama sekali tidak oleh otoritas duniawi manapun.
Pembentukan Negara Zionis Israel secara tidaklah adil secara mendasar sejak awal: sebuah entitas yang tercipta dalam pengkhianatan dan membenarkan yang berkaitan dengan kejahatan pengorbanan bakar, atau dikenal sebagai Holocaust. Ketidakadilan yang mendalam ini terus mengembangbiakkan konflik hari ini, seperti yang telah terjadi selama ini. Tidaklah berlebihan untuk menyatakan bahwa berdirinya negara Zionis Rothschild ini sendiri, bersama dengan dukungan iedologis dan keuangan buta dan mutlak dari Washignton, mungkin akan menjadi pelopor bagi Perang Dunia III, sementara kita semua menyaksikan kemungkinan dari tren ini di Timur Tengah.
Sangat sulit untuk membayangkan bahwa negara kecil yang dibuat oleh Zionis Rothschild ini yang memiliki luas tidak lebih dari 8.019 mil persegi (yang semuanya dicuri dan ilegal) secara praktis mengendalikan mekanisme kebijakan luar negeri Timur Tengah dari pemerintah AS, Inggris, Kanada, Perancis dan banyak pemerintah lainnya. Rupanya untuk saat ini, ukuran tidaklah penting. Yang penting adalah bahwa keluarga Rothschild selalu berada di monster ini. Bahkan, mereka adalah monster itu sendiri.
Bagaimanapun, berikut adalah beberapa fakta tentang spektrum luas dari kekuatan sindikat kejahatan Rothschild:
Keluarga Rothschild memiliki media Reuters dan Associated Press (AP), dua lembaga media berita terbesar di dunia yang secara alami telah menurut kepada titik bicara propaganda majukan mereka. Keluarga Rothschild juga memiliki sebuah saham pengendali dalam Perusahaan Royal Dutch Oil, yang disebut-sebut dengan Bank of Engladn, LBMA (Lonfon Bullion Market Association), Federal Reserve, Bank Sentral Eropa (ECB), IMF, Bank Dunia dan Bank of International Settlements. Keluarga Rothschild juga memiliki kepemilikan sebagian besar pasokan emas fisik yang sebenarnya di dunia. Mereka memiliki Bursa Efek Emas di Longon yang setiap harinya menetapkan harga emas! Diperkiraka bahwa keluarga Rothschild memiliki lebih dari setengah dari kekayaan seluruh planet ini – diperkirakan oleh Credit Suisse mencapai $231 trilyun yang dikendalikan oleh Evelyn Rothschild yang berusia 85 tahun, kepala keluarga kejahatan Rothschild saat ini.
Pada tahun 2005, majalah Forbes memberikan peringkat kepada Mayer Amschel Rothschild, godfather keluarga tersebut pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, sebagai peringkat ke-19 dari “The 20 Most Influential Businessmen of All Time”. Secara kebetulan, Mayer Amschel Rothschild disebut sebagai “bapak pendiri sistem keuangan internasional”!
Keluarga Rothschild terlibat langsung dalam mendanai Inggris dalam “Perang 1812” mereka ketika Inggris menyerbu Washington DC dan membakar ibukota AS. Tiga tahun kemudian (1815) keluarga Rothschild mengambil kendali penuh Bank of England.
Keluarga Rothschild juga terlibat dalam pendanaan para separatis Utara selama Perang Saudra Amerika (1861-1865). Pembunuh Presiden Lincoln, John Wilkes Booth, pada kenyataannya adalah seorang agen Rothschild.
Setelah pengambilalihan Bank of England pada tahun 1815, keluarga Rothschild memperluas kendali perbankan mereka di seluruh dunia. Metode mereka: Menekan para politisi yang korup di berbagai negara untuk menerima pinjaman besar-besaran, yang mereka tidak akan pernah bayar dan dengan demikian masuk ke dalam bentuk perbudakan utang kepada kekuatan perbankan Rothschild. Jika seorang pemimpin menolak untuk menerima pinjaman tersebut, seringkali pemimpin tersebut digulingkan atau dibunuh. Dan jika itu gagal, invasi terhadap negaranya dapat menyusul. Apakah ini terdengar akrab?
Sebagaimana dinyatakan di atas, keluarga Rothschild juga mengerahkan pengaruh yang kuat atas media berita mainstream utama dunia. Dengan pengulangan, massa ditipu untuk percaya cerita horor tentang “diktator jahat” – Saddam Hussein di Irak, Muammar Qaddafi di Libya dan sekarang Bashar Assad di Suriah, dll. Sekali lagi, apakah ini terdengar akrab?
Sindikat kejahatan Rothschild telah memiliki tangan-tangan mereka dalam mengobarkan hampir setiap perang Eropa (yang dua diantaranya dirancang untuk berubah menjadi perang dunia) selama 250 tahun terakhir. Mereka juga mengangkat presiden-presiden dan perdana menteri, mengangkat dan menggulingkan raja-raja (dengan boneka-boneka Freemasonik), negara-negara bangkrut melalui peperangan dan rumor tentang perang, bersama dengan alat-alat ekonomi mereka (modus operandi favorit mereka) seperti manipulasi suku bunga, “economic bubbles” yang direkayasa serta keruntuhan keuangan, resesi dan depresi ekonomi, selain manipulasi pertukaran mata uang dan daftarnya terus berlanjut.
Dalam keterlibatan tidak langsung, pada garis depan non-ekonomi, mereka selalu bekerja (dari balik layar tentunya) bersama dengan tangan-tangan gerakan Freemasonik modern yang tersembunyi dan tidak bermoral serta tak bertuhan untuk menimbulkan korosi nilai-nilai moral yang telah lama dipegang oleh umat manusia, menyebarkan semua perilaku penyimpangan seksual, menyebarkan relativisme dan ambiguitas moral melalui sistem pendidikan yang modern dan sekuler, membuat dan menciptakan perpecahan sosial, etnis, budaya, politik dan perpecahan politik serta sektarianisme.
Dari ini, mereka bertujuan untuk menghancurkan Kekristenan Barat (Katolik dan Protestan) yang sayangnya sampai poin tertentu telah berhasil. Namun kita harus bersyukur atas kebangkitan dan kebangunan rohani Kristen Ortodoks Timur sebagai sebuah kekuatan moral, etika dan politik yang secara layak harus diperhitungkan, terutama di kalangan pemuda Rusia dan Eropa Timur. Di daerah ini, keluarga Rothschild benar-benar gagal. Ini adalah salah satu alasan dari kampanye media fanatik mereka tentang “fobia Rusia”.
Dan bagi Islam yang sejati dan revolusioner, keluarga Zionis Rothschild menganggapnya sebagai sebuah ancaman terbesar mereka sementara mereka menyulut dan mendanai pemahaman Islam Wahabisme dan Salafisme yang paling brutal melalui perwakilan Arab Saudi dan Qatar melalui para tentara bayaran buas ISIS. Hal ini demikian karena rencana geopolitik utama mereka di wilayah Timur Tengah pertama-tama adalah untuk mengosongkan wilayah ini (melalui kekacauan, pelanggaran hukum dan peperangan yang menghasilkan krisis pengungsi saat ini, seperti di Suriah dan Irak, dll) untuk akhirnya menerapkan rencana mereka yang disebut-sebut sebagai “Great Israel Project” (dari Sungai Nil sampai Sungai Eufrat) untuk dapat secara langsung mengendalikan dan menyalahgunakan energi kuat esoteris dari tanah yang kuno dan mistis ini. Dan kartu turf mereka: yang disebut-sebut dengan “Samson Option”, strategi penegahan pembalasan besar-besara Israel dengan senjata nuklir terhadap negara manapun yang militernya mungkin membela diri dan menyerang Israel. Ini hanyalah beberapa contoh eksoteris dari strategi jahat mereka.
Kembali ke dalam konteks strategi geo-ekonomi keluarga Rothschild, masuklah kasus Iran. Dapatkah keinginan untuk menguasai Bank Sentral Iran (CBI) menjadi salah satu alasan utama bahwa Iran telah menjadi target dan dijelekkan oleh media Barat dan para penggila perang di Washington dan Tel Aviv? Para peneliti yang objektif menunjukkan bahwa Iran adalah salah satu negara dari tiga negara yang tersisa di dunia di mana bank sentral nya TIDAK berada di bawah kendali keluarga Rothschild. Sebelum insiden 9/11 dilaporkan ada tujuh negara: Afghanistan, Irak, Sudan, Libya, Kuba, Korea Utara dan Iran – dan bukan berarti negara-negara ini memiliki banyak dalam konteks ekonomi dalam artian makroekonomi global.
Bagaimanapun, pada tahun 2003 Afghanistan dan Irak benar-benar ditelan oleh sistem Rothschild dan diikuti oleh Sudan dan Libya pada tahun 2011. Di Libya, sebuah bank Rothschild didirikan di Benghazi ketika negara tersebut masih dalam peperangan!
Sekali lagi, para peneliti yang objektif berpendapat bahwa Iran tidak dijelek-jelekkan dan dimusuhi karena ancaman nuklir mereka, seperti faktanya yang telah terbukti berulang-ulang kali bahwa dengan jelas Iran BUKANLAH sebuah ancaman nuklir. Namun, media mainstream yang dikendalikan keluarga Rothschild terus mengulangi kebohongan ini tanpa henti bahkan setelah penandatanganan JACPOA, akronim untuk Comprehensive Plan of Action betewen P5+1 and the Islamic Republic of Iran.
Lalu apa alasan sebenarnya? Apakah keuntungan trilyunan dolar yang dapat dihasilkan dari minyak (pencurian minyak), atau trilyunan dolar yang dapat dihasilkan dari peperangan (keahlian Rothschild selama berabad-abad), atau untuk memulai Perang Dunia III untuk insentif keuangan kejam apa pun, atau hanya karena alasan sederhana untuk menghancurkan Bank Sentral Iran sehingga tidak ada lagi yang tersisa menentang kekuatan keuangan keluarga Rothschild? Mungkin salah satu alasan di atas atau yang lebih buruknya, semua alasan tersebut!
Singkatnya, apa yang digunakan untuk merendahkan dan disebut dengan “teori konspirasi” sekarang sedang dibicarakan secara terbuka di kalangan akademisi yang kredibel, wadah-wadah pemikir yang independen dan akhirnya pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa di seluruh dunia.
Terakhir, konsep mata uang global tua John Maynard Keynes & E.F. yang disebut dengan “Bancor” mungkin masih menjadi sebuah ide mata uang global dan bersamaan dengan mata uang tersebut adalah sebuah bank sentral global yang kontroversial.
Godfather dari keluarga Rothschild, Mayer Amschel Rothschild pernah berkata, “Berikan kepada saya kendali keungan sebuah bangsa dan saya tidak peduli siapa yang membuat hukum dalam bangsa tersebut.” Siapapun yang terus mengendalikan sistem keuangan dunia akan secara efektif mengendalikan kebijakan dan hukum secara global. Apa strategi keluarga Rothschild untuk mencapai hal ini? Salah satu langkah awal untuk menciptakan sebuah mata uang global tampaknya adalah penghancuran semua mata uang di seluruh dunia dalam rangka untuk membantu penciptaannya.
Sebagaimana dinyatakan di atas, seruan-seruan untuk sebuah mata uang global mulai terjadi setelah Perang Dunia II berakhir, ketika John Maynard Keynes dan pemerintah Inggris mengusulkan Bancor sebagai mata uang cadangan dunia. Krisis ekonomi yang sedang berlangsung saat ini, terutama sejak Resesi Besar 2008, telah menetapkan tahapan bagi penghancuran dolar sebagai mata uang cadangan dunia saat ini untuk membuat jalan bagi terciptanya Bancor atau apa paun nama lainnya yang mereka ciptakan untuk membuat propaganda mereka dapat dipasarkan.
Satu hal yang pasti, Washington dan The Fed setuju dengan rencana ini, karena The Fed terus menerus mendevaluasi dolar melalui “quantitative easing”, yaitu dengan terus menerus mencetak uang kertas yang lebih banyak. Washington terus berkembang dengan menghabiskan lebih banyak uang hanya untuk memperburuk masalah. Mungkin ini adalah rencana keluarga Rothschild untuk menghancurkan dolar sekali dan untuk selamanya. Timothy Geithner, mantan presiden The Fed cabang New York dan juga Sekretaris Perbendarahaan Barack Obama dari tahun 2008-2012 secara terbuka mengendorse satu mata uang dunia.
Beberapa pihak berpendapat bahwa AS adalah rumah bagi “market bubble”, industri otomotif AS yang hampir runtuh dan bailout pemerintah berikutnya, bailour para bankir dan Wall Street serta penurunan drastis dalam manufaktur di AS semua adalah peristiwa yang dibuat untuk secara sistematis menghancurkan ekonomi dan dolar AS, dengan berniat membuat jalan bagi fase kedua dari pengambilalihan Rothschild atas sistem moneter dunia dan pendirian kediktatoran feodal New World Order. Tanda-tandanya dengan jelas menunjukkan demikian.
Sekarang, biarkanlah revolusi sosial, politik, ekonomi dan (yang paling penting) spiritual rakyat yang nyata dimulai. Kita semua berada pada ambang pintu (dan beberapa pihak mengatakan ditengah-tengah) realitas baru yang besar ini.

Associate Faculty Business and Management Div of Bus Sci & Vocation Ed & Econ Dev Saddleback College
