
Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap empat pelaku teroris di Purwakarta Minggu (25/12). Dua orang ditangkap hidup dan dua orang tewas di lokasi.
Mereka ini disebut polisi sebagai kelompok Jamaah Anshar Daulah (JAD) Jawa Barat yang masih terkait dengan kelompok JAD Tasikmalaya yang diungkap di Tangerang Selatan Rabu (21/12).
Dari sel Purwakarta ini belum ditemukan senjata api dan bom rakitan. Namun bukan berarti kelompok ini tidak berbahaya meski hanya bersenjatakan golok dan pisau.
"Mereka hendak menyerang polisi dengan pisau seperti kasus penyerangan Pospol di Cikokol oleh Sultan pada 20 Oktober lalu," kata seseorang yang megetahui kasus ini.
Hal itu didapat dari kesaksian pelaku yang hidup dan surat berisi ancaman sekaligus wasiat yang ditemukan di TKP oleh polisi. Berikut petikannya:
"Bismillahirrahmanirrahim
Wahai kalian bala tentara thogut sesungguhnya hari ini dan seterusnya akan menjadi hari -hari yang dipenuhi ketakutan dan hari yang kelam bagi kalian.
Kami akan mendatangi kalian dimana saja kalian berada, kami akan mengintai pos-pos kalian....sisa-sisa umur kalian diujung pisau-pisau kami jikalau engkau tidak bertaubat dari kekafiran dan kedzaliman...
Kalian yang sudah memenjarakan saudara-saudara kami, menyiksa dan membunuh para mujahid yang berjuang menegakkan syariat Allah..
Maka kami telah datang dengan penyembelihan sehingga Allah saja yg diibadati. Maka tunggulah sesungguhnya kamipun sedang menunggu..."
Surat itu pada penutupnya diberi tulisan, pesan dari Junud Khilafah Islamiyah, Nusantara.

