Menu
  • HOME
  • NEWS & FEATURES
    • FEATURES
      • XLINK
        • DETIK
        • TEMPO
        • KOMPAS
        • BBC
        • DW
        • VOA
        • NATIONAL GEOGRAPHIC
        • YOUTUBE
        • BERITASATU
        • VIVA
        • METROTVNEWS
        • MERDEKA
        • CNN
        • OKEZONE
        • JPNN
    • OPINI
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • ENTERTAINMENT
    • SPORT
    • WOWTREN

Mendeteksi Sel-sel Teroris di Indonesia

Category Category: NASIONAL

polisi

Pengungkapan jaringan terduga teroris di Tangerang Selatan, Payakumbuh, Deli Serdang serta Batam membuktikan bahwa mereka menyebarkan ideologi melalui sel-sel kecil yang sulit terdeteksi.



Seorang pengamat mengatakan orang-orang itu terhubung satu sama lain karena kesamaan ide yang tersebar melalui media sosial, sehingga dianggap akan menyulitkan polisi karena pelakunya hampir selalu baru.

Hari Rabu (21/12), dalam waktu hampir bersamaan, polisi telah menewaskan tiga orang terduga teroris di Tangerang Selatan dan menangkap tiga orang lainnya di Payakumbuh, Sumatera Barat, Deli Serdang, Sumatera Utara, serta di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Tindakan kepolisian ini berdasarkan pengembangan pengungkapan jaringan teroris di Bekasi, pada pekan lalu, yaitu keterangan calon pengembom bunuh diri, Dian Yulia Novi.

Temuan sementara polisi menyebutkan terduga teroris yang tewas di Tangerang Selatan terhubung dengan jaringan ISIS pimpinan Bahrun Naim yang saat ini diyakini berada di Suriah.

"Tetap terkait (Bahrum Naim)," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjawab pertanyaan wartawan di lokasi penyergapan terduga teroris di kawasan Tangerang Selatan, Rabu (21/12).

isis, terorismeImage copyrightAFP
Image captionSejumlah anggota kepolisian mengamankan lokasi yang diyakini tempat tinggal terduga teroris di kawasan Tangsel, Provinsi Banten, Rabu (21/12)



Juru bicara Mabes Polri Kombes Polisi Awi Setiyono mengatakan terungkapnya jaringan ini membuktikan bahwa mereka menyebarkan ideologi melalui sel-sel kecil.

"Itu salah-satu apa yang disampaikan oleh Bahrum Naim terkait dengan pembentukan sel-sel kecil. Ya, ini sudah kita buktikan di Bekasi kita temukan bom, di Solo kita temukan bom, di Tangerang. Ini sel-sel kecilnya," kata Awi Setiyono dalam jumpa pers, Rabu (21/12).

Penyebaran melalui sel-sel kecil ini sejak awal telah diyakini oleh polisi sebagai strategi baru ISIS di Indonesia setelah mereka dan organisasi teroris lainnya berhasil ditekan oleh aparat kepolisian.


'Sulit dideteksi'

Menurut pengamat masalah terorisme, Noor Huda Ismail, pola rekrutmen seperti ini menjadi sulit terdeteksi karena hampir semua orang-orang yang berhasil direkrut adalah orang-orang yang selalu baru.

"Sangat sulit, karena (pelaku) munculnya baru terus," kata Noor Huda kepada BBC Indonesia, melalui sambungan telepon, Rabu (21/12).

Menurutnya, sebagian besar orang yang bergabung dalam sel-sel kecil itu tidak pernah menjadi jaringan sebelumnya. Dia mencontohkan sosok Dian Yulia Novi, calon pengebom bunuh diri yang ditangkap polisi di Bekasi, pekan lalu.
Noor Huda IsmailImage copyrightNOOR HUDA ISMAIL
Image captionPengamat masalah terorisme, Noor Huda Ismail, mengatakan pola rekrutmen yang baru menjadi sulit terdeteksi karena hampir semua orang-orang yang berhasil direkrut adalah orang-orang yang selalu baru.


"Dia enggak pernah menjadi bagian (kelompok jaringan teroris), (dia) hanya sepakat dengan ide. Dan ide itu tersebar di mana-mana," jelas Noor Huda.

Pola seperti itu berbeda dengan pola rekrutmen lama yang dilatari identitas kolektif. "Dulu fenomenanya orang masuk ke kelompok dulu, jadi identitas kolektif, apakah Jamaah Islamiyah, Dahrul Islam, atau apapun, kemudian baru terlibat dalam aksi kekerasan," katanya.

Jaringan telegram

Sekarang, lanjutnya, kemunculan sel-sel kecil itu lebih dilatari keterhubungan (connective action) karena adanya kesamaan ide.

"Dia hanya sepakat dengan idenya saja, tapi kemudian terkonek melalui grup WA, grup Telegram itu. Ini fenomena agak mengkhawatirkan," kata Noor Huda, menganalisis.

Melalui media sosial itulah, kelompok-kelompok kecil ini 'bergerak'. "Idenya itu sama, yaitu kalau tidak bisa hijrah atau bergabung dengan al-Baghdadi (pimpinan ISIS) di Suriah, maka lakukan saja di sini (Indonesia)."
Tito KarnavianImage copyrightREUTERS
Image captionKapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan terduga teroris yang tewas dalam penyergapan di Tangsel, Rabu (21/12), adalah bagian dari jaringan Bahrun Naim.


Menurut Noor Huda, pola rekrutmen seperti ini telah diketahui dan terus diawasi oleh aparat kepolisian.

Dalam penyergapan di Tangerang Selatan, polisi menemukan seperangkat bom siap ledak yang berdaya ledak rendah.

Hasil interogasi polisi terhadap seorang terduga teroris yang ditangkap sebelumnya, bom itu akan diledakkan di sebuah pos polisi di kawasan Serpong, Provinsi Banten di saat Natal atau Tahun Baru.

Polisi menyatakan salah-seorang terduga yang tewas adalah calon pelaku bom bunuh diri.

Penangkapan di Batam

Setelah menangkap terduga teroris di Tangsel, Payakumbuh, dan Deli Serdang, polisi juga telah menangkap seorang terduga teroris di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (21/12) sore.

Jubir Mabes Polri, Kombes Polisi Awi Setiyono,‎ mengatakan terduga berinisial HA, 28 tahun, adalah anggota kelompok jaringan teroris Katibah Gigih Rahmat.

"Yang bersangkutan juga menyembunyikan dua orang dari Uighur," kata Awi kepada wartawan, Rabu.

Temuan polisi menyebutkan HA adalah pengelola biro perjalanan yang diduga terlibat pengiriman WNI untuk berangkat ke Suriah. "Dia memiliki peran perekrut anggota teroris yang berbaiat kepada ISIS," katanya.
teroris, densus 88Image copyrightAFP
Image captionDua anggota polisi bersenjata lengkap di lokasi penggerebegan terduga teroris di Tangerang Selatan, Rabu (21/12).


Adapun dua terduga teroris S dan JT yang ditangkap di Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Payakumbuh, Sumatera Barat, menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, merupakan anggota jaringan Katibah Gigih Rahmat pimpinan Gigih Rahmat Dewa (GRD).

Gigih Rahmat Dewa, yang ditangkap pada Agustus lalu di Batam, menurut polisi, menjadi fasilitator keberangkatan WNI yang hendak ke Suriah melalui Turki. Dia diduga bagian komplotan Bahrun Naim.

"Mereka berhubungan langsung dengan Bahrun Naim yang ada di Syria, dan perintahnya adalah untuk melakukan serangan di Singapura dan di Batam," ujar Tito Karnavian.

Sementara, tiga terduga teroris yang tewas ditembak di Tangerang Selatan adalah Omen, Helmi, dan Irwan. Satu orang lainnya berhasil ditangkap.

"Ini bagian dari jaringan Dulmatin yang dididik dan direkrut langsung di LP Cipinang karena salah satu tersangka pimpinannya ini berinisial AR merupakan tersangka penusukan di gereja yang berada di Medan," ujar Tito saat meninjau lokasi kejadian di Tangerang Selatan, Rabu (21/12).
 
 
Heyder AffanWartawan BBC Indonesia
Follow @LebihJelas
  • Rio Capella, Eks Sekjen Nasdem Bebas dari Penjara
  • KPK Sudah Kantongi Informasi Aliran Dana Proyek E-KTP
Follow @LebihJelas

Developed in conjunction with Joomla extensions.

Fatwa MUI Tidak Wajib Diikuti, Kata Prof Mahfud Md

Old Town Jazz Series di kawasan Kota Tua Jakarta

Sinterklas Naik Kereta Api di Pakistan dengan Pengawal Bersenjata

Donald Trump Tunjuk Penasihat Ekonomi Anti-Cina

Kekuatan Baru Ekonomi RI: Waralaba

UGM Kembangkan Nusa Health, Layanan Kesehatan Berbasis Android

Bendahara MUI Fahmi Darmawansyah Ditahan KPK

Apakah Anda Mau Menikah dengan Robot?

100 Juta Orang Indonesia Berpotensi Terjerembab dalam Kemiskinan

Tuhan adalah Milik Semua Orang, Apapun Agamanya

Gusti Allah juga Tahu bahwa Saya Cuma Main-main, Kata Gus Dur

Padahal dengan Humor, Islam akan Indah dan Mengasyikkan

Kawin Cara Elang, Sambil Berduet Salto Terjun ke Bumi

Gus Dur: Universalisme dan Kosmopolitanisme Peradaban Islam

Sajak Malam Kudus Ditulis Setelah Letusan Hebat Gunung Tambora

Bolehkah Saya Sentuh Kepala Presiden?

Apakah Anda Mau Menikah dengan Robot?

100 Juta Orang Indonesia Berpotensi Terjerembab dalam Kemiskinan

Tuhan adalah Milik Semua Orang, Apapun Agamanya

Gusti Allah juga Tahu bahwa Saya Cuma Main-main, Kata Gus Dur

Padahal dengan Humor, Islam akan Indah dan Mengasyikkan

Kawin Cara Elang, Sambil Berduet Salto Terjun ke Bumi

Gus Dur: Universalisme dan Kosmopolitanisme Peradaban Islam

Sajak Malam Kudus Ditulis Setelah Letusan Hebat Gunung Tambora

Bolehkah Saya Sentuh Kepala Presiden?

Peran Ibu di Balik Kesuksesan Bill Gates

Mendapatkan Pekerjaan Impian Lalu Membencinya

Siapakah Penemu Lampu Lalu Lintas?

Santa Claus Lahir di Turki, Dikenal Sebagai Saint Nicholas dari Myra

Dari Sebuah Pelana Kuda, Hermes Menjadi Sentuhan Mewah ala Prancis

Membacakan Buku Meningkatkan Kinerja Otak Balita

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Apakah Engkau Seorang Pengekor atau Pemimpin?

Masyarakat Semut yang Gigih Pantang Menyerah

Jantung Mempengaruhi Baik atau Buruknya Pikiran dan Perbuatan Kita

Budaya Kebebasan Berinovasi di Silicon Valley

Banyak Dibaca

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Give Me a Call, Kata Prabowo Subianto Kepada Luhut Pandjaitan

Aksi Bela Islam Telah Menipu Rakyat, Kata Ketua PP Muhammadiyah

Ridwan Kamil: Hari ini Kita Diuji, Bersyukurlah Kita Punya Pancasila

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Pembuat isu SARA itu Ahok sendiri, kata Boy Sadikin

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Peran Jokowi dan Sunny Tanuwijaya dalam Akrobat Politik Ahok

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

Pergilah Lebih Tinggi, Lihatlah Jiwa Manusia

Mereka Meyakini Dewa Tertinggi itu Bernama Allah

Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Atas Nama Kekuasaan dan Syahwat

Islam Gincu versus Islam Garam Bung Hatta

Gusti Allah Diajak Kampanye Kebangetan Tenan, Kata Gus Mus

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Makam Yesus Dipercayakan Kepada Keluarga Muslim, Kenapa?

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Rusia Kelebihan Wanita, Bila Anda Berminat ada Wife Tours

Gatot Brajamusti dan Ritual Uh-oh-ihnya dengan Wanita

Pertanyaan Soekarno yang Memicu Merumuskan Dasar Negara Indonesia

Bu Guru Cantik Menggoda, Murid Menghamili Bu Guru

www.GALABERITA.com
World Trade Centre 5, Jl. Jendral Sudirman Kav. 29-31, Jakarta, 12920
[email protected]
  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • NASIONAL
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates
Goto Top
  • HOME
  • NEWS & FEATURES
    • FEATURES
      • XLINK
        • DETIK
        • TEMPO
        • KOMPAS
        • BBC
        • DW
        • VOA
        • NATIONAL GEOGRAPHIC
        • YOUTUBE
        • BERITASATU
        • VIVA
        • METROTVNEWS
        • MERDEKA
        • CNN
        • OKEZONE
        • JPNN
    • OPINI
    • NASIONAL
    •  
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    •  
    • WOWTREN