Dian Yulia Novi (DYN), warga Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, Cirebon, Jawa Barat, tiba-tiba menjadi tersohor. Perempuan ini dipersiapkan menjadi “pengantin” peledakan bom bunuh diri di Istana Negara.
Banyak yang ingin mengetahui siapa sosok perempuan berusia 27 tahun ini. Ketika Dian ditangkap, tampak mengenakan masker. Wajahnya tak jelas. Namun, di KTP-nya, terlihat jelas wajah Dian, kehiran Kabupaten Cirebon pada 4 Juli 1989.

Dian Yulia Novi termakan doktrin yang membuat dia menjadi berani menjadi pengantin bom bunuh diri menyerang negara sendiri.
"Mereka termotivasi, jadi judulnya Daulah Islamiyah," kata tutur Kabag Mitraropenmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Awi Setiyono, dalam jumpa pers di Markas Besar Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2016).
Daulah Islamiyah adalah kelompok teroris ISIS.
"Yaitu kalau kalian belum mampu ke Suriah, (maka hendaknya kalian) membuat amaliyah di negeri masing-masing semampunya. Itulah yang memotivasi mereka, dan ini hasil dari proses penyidikan tadi malam, pemeriksaan intensif terhadap pelaku," kata Awi.
Kaur Kesra Desa Bakung Lor, Abdul Hamid mengatakan berdasarkan keterangan yang didapat dari keluarga, Dian Yulia Novi merantau mengajar Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di Jakarta. “Keterangan dari keluarga begitu, katanya ngajar di sekolah, tapi tidak tahu sekolah apa,” ucapnya.
Kondisi ekonomi keluarga DYN yang tak kunjung membaik membuat DYN akhirnyamenjadi tulang punggung keluarga. DYN yang kemudian menopang ekonomi keluarganya. “Keluarganya tidak menjelaskan secara pasti, apakah DYN rutin mengirim uang atau tidak, tapi katanya dia lah tulang punggung keluarga,” paparnya.
SR/AF
