Sebuah survei konsumen belanja online baru saja dilakukan oleh Shopback, layanan uang kembali atau cashback, kepada 2.734 responden di Indonesia. "Ternyata pria itu lebih banyak belanja online dibanding wanita," kata Indra Yonathan Country Manager Shopback Indonesia di Asia Tale Jakarta, Selasa 6 Desember 2016. Survei Shopback ini menyatakan bahwa konsumen pria memiliki porsi sebesar 53,4 persen sebagai pelaku belanja online. Sedangkan konsumen wanita hanya sebanyak 46,6 persen.
Survei belanja online juga ternyata didominasi oleh konsumen berusia 19 hingga 30 tahun. "Jumlah konsumen usia ini mencapai lebih dari 50 persen," kata Yonathan.
Layanan solusi transaksi pembayaran yang dikelola perusahaan pembayaran berbasis teknologi (payment gateway), menjadi salah satu jenis bisnis yang berkembang pesat di Indonesia saat ini.
Potensi pertumbuhan perusahaan pembayaran diprediksi masih sangat besar, seiring dengan berkembangnya 2,6 juta peritel grosir dan terus bertumbuhnya peritel modern di Indonesia dan sejalan dengan jumlah transaksi pembayaran online yang ditargetkan oleh Bank Indonesia (BI) menembus 130 miliar dollar AS pada tahun 2020 mendatang, atau tumbuh 778,4 persen dari tahun 2016 sebesar 14,8 miliar dollar AS.
Potensi besar juga tampak dari potret perkembangan digital Indonesia yang saat ini terdiri dari 255,5 juta penduduk, dimana terdapat 72,7 juta pengguna aktif internet, 74 juta pengguna media sosial aktif dan terdapat 308,2 juta mobile connection, serta 64 juta pengguna aktif sosial media di handphone.
Perusahaan-perusahaan payment gateway tidak menggantikan fungsi dan peran bank, melainkan menjadi pendukung/pelengkap serta perpanjangan tangan bagi berbagai jenis transaksi, untuk menjangkau lebih banyak orang di penjuru nusantara.
Teguh B Ariwibowo, penggagas Indonesia FinTech Forum dan pendiri Pinjam.co.id, mengatakan Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna Internet terbesar di dunia, mencapai lebih dari 67 juta pengguna pada tahun 2015.
“Ini adalah modal berharga bagi pertumbuhan Industri sistem pembayaran digital di Indonesia,” katanya
“Kuncinya, masyarakat Indonesia membutuhkan kecepatan dan kemudahan untuk bertransaksi. Inilah yang menjadi pemicu dibutuhkannya inovasi di dalam sektor payments,” ujarnya.
Bank Indonesia terus mendorong inklusivitas keuangan di dalam negeri, dengan menginisiasi berbagai program seperti Program Laku Pandai dan Layanan Keuangan Digital. Sektor pembayaran digital merupakan salah satu sektor dalam industri FinTech yang paling berkembang.
