Kiper AS Hope Solo menyebut Tim Swedia "kelompok pengecut" setelah swedia berhasil menendang Tim Sepak bola Putri Amerika Serikat keluar dari turnamen sepak bola puteri Olimpiade melalui adu penalti, Jumat 12 Agustus 2016 waktu setempat di Stadion Bello Horizonte Rio de Janeiro.
"Saya pikir kami menunjukkan banyak hati," kata Solo kepada Sports Illustrated setelah Swedia melaju ke semi final dengan menyingkirkan AS 4-3 melalui adu penalti. "Kami terpaut hanya satu gol. Saya sangat bangga dengan tim ini.
"Tapi saya juga berpikir kami bermain dengan sekelompok pengecut," katanya. "Tim terbaik tidak menang hari ini," katanya kepada Sports Illustrated. Selanjutnya ia mengkonfirmasi Tweet-nya dengan komentar setelah pertandingan di Brasilia.
"Swedia tidak bermain secara terbuka. Mereka tidak ingin mengoper bola. Mereka tidak ingin bermain sepak bola besar," katanya.
"Kekalahan yang menyebalkan. saya benar-benar buruk itu," kata Solo dalam tweet-nya mengkonfirmasikan dan mengirim komentar yang dia dibuat untuk Sports Illustrated.
Amerika Serikat adalah tim yang lebih baik sepanjang pertandingan ini tapi Alex Morgan dan Christen lebih suka adu pinalti setelah pertandingan berakhir 1-1 memaksa perpanjangan waktu. Ini adalah pertama kalinya, Amerika Serikat gagal mencapai final Olimpiade.
"Tim-tim terbaik di dunia harus berurusan dengan kekuatan inferior yang bersembunyi di bunker untuk bertahan ," kata mantan kapten tim pria AS Alexei Lalas dalam tweet-nya. "Tapi Lalas tak menyebut tim pengecut."
Solo seringkali membuat pernyataan kontroversi dan pada insiden Jumat bahkan bukan untuk pertama kalinya dalam turnamen olimpiade ini, Penjaga gawang AS kelahiran Washington dicemooh tanpa ampun oleh fans Brasil karena komentarnya tentang virus Zika.
Beberapa atlet memilih untuk tidak datang ke Brasil karena takut Zika tulis Solo dengan melengkapi gambar pelindung nyamuk di wajahnya yang dia posting di media sosial.
Dia juga memanjakan diri dengan terang-terangan memanfaatkan gamesmanship (seni memenangkan pertandingan dengan menggunakan berbagai cara dan taktik busuk untuk mendapatkan keuntungan psikologis) Jumat kemarin dengan meminta satu set baru sarung tangan segera sebelum menghadapi adu pinalti yang menentukan Swedia
Solo, sampai pekan lalu telah bermain di laga internasional sebanyak 200 kali bermain cukup cemerlang dan mengantarkan kemenangan pada dua pertandingan, yaitu kemenangan atas Selandia Baru dan Perancis, tetapi mengalami mimpi buruk ditahan imbang 2-2 melawan Kolombia dan merasa bersalah karena kebobolan dua gol.
Solo sedikit rilek saat bertanding melawan Swedia, karena tim Amerika Serikat berjuang mendobrak garis pertahanan lawan untuk mencoba menciptakan lebih banyak gol
Stina Blackstenius menempatkan Swedia unggul pada laga hari Jumat setelah 61 menit namun Amerika Serikat menyamakan kedudukan 16 menit kemudian melalui Alex Morgan.
Tidak ada pihak yang bisa menemukan pemenang dalam waktu tambahan dan Swedia memenuhi syarat untuk bertemu Brazil atau Australia di semi-final.
Dodo Aditya.
Sumber: Sport Ilustrated
