Sedikitnya 25 warga sipil tewas dan 20 lainnya terluka dalam serangan udara yang dilakukan Saudi terhadap rumah sakit di Utara Yaman.
Arab Saudi terus melakukan serangan udara mematikan terhadap Yaman dan terus melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata. Televisi Yaman al-Masirah mengatakan korban bergelimpangan pada Senin 15 Agustus 2016 ketika jet tempur Saudi melakukan serangan udara pada fasilitas kesehatan di kota Abs di provinsi Hajjah.
Laporan itu mengatakan ambulans bergegas ke tempat kejadian serangan untuk membantu yang terluka. Al- Masirah mengatakan bahwa staf medis, termasuk dokter dan perawat, serta anak-anak termasuk di antara mereka yang tewas.
Gerakan Houthi Ansarullah, yang memerintah ibukota Sana'a, mengutuk serangan itu, dan mengatakan serangan itu jelas merupakan pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang telah diberlakukan di seluruh Yaman selama empat bulan terakhir.
Bantuan medis dari kelompok Dokter tanpa perbatasan (Doctors Without Borders (MSF)) saat dikonfirmasi di Twitter mengatakan bahwa "rumah sakit Abs menjadi sasaran serangan udara hari ini (Senin) pukul 15.45 waktu Yaman (1245 GMT)," tetapi mengatakan bahwa jumlah kematian dan korban masih belum diketahui.
Juru bicara MSF Malak Shaher mengatakan kepada AFP bahwa MSF mempunyai tim di rumah sakit umum di kota pesisir sejak 2015. Lembaga bantuan yang berbasis di Paris menegaskan tim medis masih melakukan perawatan kepada mereka yang terluka.
Serangan itu terjadi kurang dari 48 jam setelah MSF mengatakan bahwa serangan udara Saudi dterhadap gedung sekolah di provinsi utara Sa'ada menewaskan 10 anak-anak yang sedang belajar.
Sementara itu, pasukan Yaman melancarkan serangan balasan terhadap pasukan Saudi di Asir, terletak sebelah barat daya Arab Saudi.
Tentara Yaman juga mentarget basis Saudi dari Me'zab di provinsi Jizan.
Pada bulan April, PBB menengai serangkaian pembicaraan antara Ansarullah dan kelompok Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi yang pernah berkuasa dan berusaha kembali merebut kekuasaan dengan kekerasan dengan dukungan Saudi Arabia
Pembicaraan mengalami kegagalan setelah Houthi mengatakan mereka tidak akan menerima peta jalan damai yang didukung PBB karena menetapkan bahwa Ansarullah dan sekutu harus menarik diri dari Sana'a dan tempat-tempat lain tanpa jaminan mendirikan pemerintahan transisi.
Jet tempur Saudi melancarkan serangan lain di Yaman, Senin, berdasarkan laporan mengatakan bahwa beberapa daerah di provinsi Sana'a dan Sa'ada di utara dan Shabwah dan Ta'izz di selatan menjadi sasaran
Laporan-laporan mengatakan beberapa properti publik dan swasta, termasuk rumah warga, peternakan, SPBU, jaringan komunikasi dan kantor-kantor pemerintah, hancur dalam serangan.
Arab Saudi mulai serangan udara terhadap Yaman pada akhir Maret 2015 dalam upaya untuk melemahkan Houthi dan mengembalikan rejim Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi ke tampuk kekuasaan.
Kampanye udara, dilakukan tanpa mandat internasional, telah menewaskan hampir 10.000 orang, sebagian besar warga sipil, menurut sumber-sumber pro-Houthi.
Dodiek Suprianto.
Sumber: AFP, Reuters dan Press TV
