• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
Menu
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SPORT
  • ENTERTAINMENT
  • SAINSTEKNO
  • GAYA
  • PSIKOLOGI & KESEHATAN
  • PERSONA
  • RILIS
  • FEATURES
  • OPINI

Eropa Ancaman Bagi Satwa Langka Indonesia

Follow @GALABERITA
Category Category: FEATURES

Eksotis, warna-warni dan langka. Reptil langka jadi buruan di habitatnya, karena banyak calon pembeli yang menunggu di Eropa. Mereka ingin punya satwa langka di rumahnya sebagai dekorasi.


Masih banyak celah hukum dan kebijakan yang simpang siur dalam perlindungan satwa langka. Penyelundupan dan korupsi mengancam eksistensi banyak spesies di negara-negara berkembang.

Peneliti dari Leipzig Helmholtz Centre di Jerman menunjuk pada peta besar di kantornya.

"Di sini, hanya di pulau kecil ini, ada biawak pohon biru", kata ahli biologi Mark Auliya.

Nama tempatnya Pulau Batanta, di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Di peta, pulau itu sangat kecil, sampai tertutup ujung jari Mark. Dia sangat prihatin dengan masa depan Biawak Pohon Biru (varanus macraei) ini, yang baru dideskripsikan secara ilmiah sekitar 15 tahun lalu. Sekarang, populasinya menciut dengan drastis.


Biawak Pohon Biru (Varanus Macraei)

Masalah besarnya, perdagangan ilegal dengan satwa langka ini makin meningkat. Ada trend di Eropa untuk memelihara satwa langka. Bagi pedagang ilegal, ini bisnis yang sangat menguntungkan.

Antara tahun 2004 sampai 2014 ada hampir 21 juta reptil hidup yang masuk ke Eropa, kata Marc Auliya, yang melakukan penelitian tentang perlindungan satwa langka bersama ilmuwan, petugas douane dan aktivis perlindungan lingkungan dari 22 negara. Di Jerman saja, ada sekitar 6 juta satwa langka yang masuk selama kurun waktu sepuluh tahun itu.

Perlindungan spesies yang terancam punah di tingkat internasional diatur dalam Konvensi Washington, CITES. Selain itu ada berbagai aturan yang berlaku untuk suatu kawasan atau wilayah negara. Di Eropa ada aturan Uni Eropa yang berlaku bagi seluruh anggotanya.



Biawak yang ditemukan di Pulau Talaud tahun 2009: Varanus Lirungensis

Tapi aturan-aturan ini hanya "ibarat setitik air jatuh ke batu panas", kata Mark Auliya. Karena ada banyak sekali jalur dan cara untuk menyelundupkan satwa langka keluar negeri. Selain itu, peraturannya sering tidak lengkap. Daftar reptil langka di CITES misalnya, hanya mencakup sekitar 10 persen dari seluruh jenis reptil yang dikenal saat ini.

Ada juga daftar merah yang dibuat organisasi perlindungan alam, International Union forConservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Disitu tertera nama Ular Orlov-Viper dari Kaukasus, yang diduga hanya tinggal 250 ekor di seluruh dunia. Tapi belum ada regulasi di tingkat internasional tentang larangan perdagangan ular langka itu.

Masalah lain adalah sistem kerja CITES. Konferensi hanya digelar sekali dalam tiga tahun. Padahal, banyak hal bisa terjadi dalam waktu tiga tahun, kata Mark. Apalagi jika ada publikasi tentang penemuan spesies baru, para pemburu ilegal dan peminat satwa langka langsung bereaksi.

Peneliti dari Helmhotz Centre itu yakin, kasus perdagangan ilegal yang terungkap hanya sedikit sekali. "Penyelundupan satwa langka diorganisasi seperti sindikat", kata dia.

Bagi para petugas douane, penyelundupan satwa langka sudah jadi hal umum. Di Jerman saja, tahun 2015 ada 1300 kasus penyelundupan yang berhasil digagalkan. Para petugas menyita lebih dari 580.000 binatang langka atau produk-produk yang berasal dari satwa yang dilindungi.

Ini angka kenaikan empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya, kata jurubicara douane di Bonn, Andre Lenz. Para peminat dan penyelundup juga makin kreatif emncari cara memasukkan barang dan hewan terlarang ke Jerman. Petugas douane pernah menahan seorang warga Amerika Serikat, yang mencoba menyelundupkan tiga reptil langka dari Kepulauan Fiji dengan menyembuyikan satwa yang dilindungi itu dalam kaki palsunya.


DW / Anita Fransiska
SHARE
Follow @GALABERITA

Pengebom Bunuh Diri di Turki Berusia 12 Tahun

Kemlu Upayakan Jemaah Haji RI yang Ditahan Filipina Dianggap Korban

RUU Pemilu Antisipasi Calon Tunggal Capres-Cawapres 2019

Intelijen AS Dirusak oleh Kebiasaan Menyenangkan Penguasa

Jembatan Kaca Terpanjang dan Tertinggi di Dunia

Pengebom Bunuh Diri di Turki Berusia 12 Tahun

Kemlu Upayakan Jemaah Haji RI yang Ditahan Filipina Dianggap Korban

RUU Pemilu Antisipasi Calon Tunggal Capres-Cawapres 2019

Intelijen AS Dirusak oleh Kebiasaan Menyenangkan Penguasa

Jembatan Kaca Terpanjang dan Tertinggi di Dunia

Presiden Filipina Ancam Keluar dari PBB

Jemparingan, Tradisi Kuno Yang Hidup Lagi di Yogyakarta

Komunisme Sudah Mati Dimangsa Kapitalisme

Misteri Deja Vu Akhirnya Terpecahkan

Obama dan Dusta Perang Melawan Teroris di Suriah

Patung Donald Trump, Intermeso Pilpres AS

Detak Jantung Mempengaruhi Kebijaksanaan Anda

Mungkin Anda Stroke Kalau Mengalami Ini

Bila Otak Anda Mati, Apa yang Terjadi?

Ini Jenis Fobia yang Mungkin Anda Miliki

Saya 31 Tahun, Masih Perjaka, Kecanduan Pornografl

Banyak Dibaca

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Konsep Hijâb dalam Tradisi Yahudi, Nasrani, dan Islam

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Saat Bangunan Intelektual Rumi Terkoyak, dan Tenggelam di Dunia Sufi

Ingin Awet Muda, Olahraga dan Kurangi Berat Badan

Mau Langsing? Ini 4 Cara Aktifkan Hormon Penurun Berat Badan

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Ada Korelasi antara Gen dan Kebahagiaan Seseorang

Sepakbola Tinju ala Italia, dan Festival Tukang Sihir Jerman

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURES
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

Goto Top
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu