Korea Utara mencancam akan menghancurkan semua pangkalan militer AS di Asia-Pasifik jika Washington berani mengambil “sebuah langkah gila”, menurut sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri Korea Utara.
Menurut pernyataan tersebut, fakta bahwa AS telah mengerahkan tiga pembom strategis di Guam menjelang latihan militer Ulchi-Freedom Guardian yang dilakukan per tahun pada bulan Agustus atau September antara Korsel dan AS adalah sebuah “pertanda yang sangat mengkhawatirkan”.
“Situasi di semenanjung Korea sedang memasuki tahap yang sangat berbahaya karena intrik AS yang terus-menerus untuk meningkatkan kapasitas senjata nuklirnya yang ditujukan untuk DPRK. Dalam hal AS... jika berani mengambil sebuah langkah yang gila, semua basis militer AS di kawasan Pasifik, termasuk di pulau Guam, tidak akan selamat dari kehancuran oleh serangan-serangan komprehensif dan nyata tentara kami,” pernyataan tersebut yang dibaca oleh pihak RIA Novosti berbunyi.
Pada hari Senin, beberapa pembom B-1 dan lebih dari 300 personel Angkatan Udara AS tiba di Pangkalan AS Andersen di Guam untuk menggantikan skuadron B-52, sementara AS terus meningkatkan kehadirannya di wilayah tersebut untuk melawan ancaman potensial dari Pyongyang.
Pada hari Rabu, Komando Pasifik AS (PACOM) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tiga pembom strategis AU AS (B-52, B-1 dan B-2) telah berpartisipasi dalam operasi terpadu pertama mereka di Laut China Selatan.


