Perdana Menteri Turki Binali Yildrim mengatakan negaranya bersedia menerima peran bagi Presiden Suriah Bashar Assad dalam masa transisi di Suriah.
Yildrim mengatakan kepada para wartawan media asing, Sabtu (20/8) bahwa Turki akan berusaha menjadi pemain kawasan yang lebih giat untuk masalah Suriah dalam enam bulan berikut.
Sikap Turki kini bergeser mendekat ke Rusia dan Iran, setelah selama ini Turki bersama AS adalah pendukung utama pemberontak untuk menggulingkan Presidem Assad.
Turki dan Rusia telah mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan mengkoordinasikan secara langsung tindakan-tindakan di Suriah setelah pendekatan kembali antar presiden kedua negara.
Tingkat kerjasama terkait perang saudara di Suriah yang berlangsung lima tahun itu dimungkinkan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di St. Petersburg (10/8) .
Putin mengumumkan bahwa Rusia akan berangsur-angsur mencabut sanksi-sanksi dan memulai kembali proyek-proyek energi penting seperti PLTN yang macet, yang akan menjadi PLTN pertama Turki dan jalur pipa gas Turki dari Rusia selatan menuju Laut Hitam.
Pejabat Rusia mengatakan perdagangan dengan Turki akan dipulihkan sepenuhnya menjelang akhir tahun.
