Pasukan Peshmerga Kurdi Irak berhasil mengamankan titik penyeberangan di sungai strategis, yang memungkinkan mereka membuka front baru melawan Daesh (ISIS) dan lebih memperketat pengepungan terhadap kelompok teroris yang bersembunyi di Mosul.
Pada hari Senin 15 Agustus 2016, pasukan Kurdi mencapai Kanhash sisi barat jembatan Gwer yang membentang diatas sungai besar Zab di tenggara Mosul.
Jembatan itu dirusak oleh Teroris takfiri Daesh sekitar dua tahun lalu ketika Mosul jatuh ke tangan teroris pada bulan Juni 2014. Perbaikan akan memungkinkan pasukan Kurdi dan pasukan anti-Daesh lainnya bisa mengakses jalan raya menuju Mosul.
Para pejabat Kurdi juga mencatat bahwa selama operasi Pasukan Kurdi berhasil merebut kembali kawasan seluas sekitar 150 kilometer persegi dari teroris.
Mencapai jembatan adalah bagian dari serangan yang dimulai pada hari Ahad 14 Agustus 2016, Pasukan Peshmerga berhasil membangun kendali sepenuhnya beberapa desa di wilayah tersebut.
Bagian utara dan barat Irak telah dicengkeram kekerasan mengerikan sejak teroris Daesh melakukan ofensif pada bulan Juni 2014. Kelompok teroris itu telah melakukan kejahatan keji terhadap semua kelompok etnis dan agama di Irak, termasuk Syiah, Sunni, Kurdi dan Kristen.
Tentara Irak dan para pejuang dari unit Mobilisasi Populer terlibat dalam operasi bersama untuk merebut kembali daerah yang dikuasai teroris Daesh.
Ratusan keluarga di Irak melarikan diri ke Mosul selatan karena tentara Irak dan pejuang dari Populer Mobilisasi Unit mengambil posisi di sekitar kota, yang terletak sekitar 400 kilometer (250 mil) utara ibukota Baghdad.
Dodo Aditya.
Sumber: Press TV
