
Sevil Shhaideh
Partai politik terbesar di Rumania secara mengejutkan mengajukan seorang wanita Muslim sebagai calon perdana menteri, Rabu (21/12) waktu setempat.
Jika disetujui presiden dan parlemen, maka Sevil Shhaideh, 52, akan menjadi Muslim sekaligus wanita pertama yang memegang jabatan tersebut.
Partai Demokrat Sosial menjadi pemenang pemilu 11 Desember lalu secara meyakinkan dengan merebut lebih dari 45 persen suara. Setelah membentuk koalisi dengan partai Aliansi Liberal dan Demokrat, mereka menguasai kursi mayoritas di parlemen.
Umumnya, pemimpin partai terbesar akan ditunjuk oleh presiden untuk menjabat perdana menteri. Namun pemimpin Partai Demokrat Sosial, Liviu Dragnea, sedang didera masalah yang pelik.
Dia divonis bersalah melakukan kecurangan pemilu dengan hukuman percobaan dua tahun pada April lalu.
Presiden Klaus Iohannis sebelumnya mengatakan perdana menteri yang ditunjuk nantinya harus bersih dari vonis pidana atau proses hukum.
Karena itulah partai tersebut kemudian berpaling ke Sevil Shhaideh, yang pernah menjabat menteri pembangunan daerah selama enam bulan saja.
Shhaideh melewatkan sebagian besar karirnya di Constanta, pelabuhan di Laut Hitam, bukan di Bukares, ibu kota Rumania. Namun dia dikenal dekat dengan pemimpun partai, Dragnea.
Dia pernah menjadi sekretaris Dragnea yang ketika itu menjabat menteri pembangunan daerah, dan menggantikannya ketika Dragnea pensiun pada 2015.
Perempuan Muslim jarang menjadi kepala pemerintahan atau kepala negara di Eropa. Kalaupun ada biasanya di negara yang mayoritas rakyatnya Muslim: Tansu Ciller menjadi perdana menteri Turki pada 1990an, dan Atifete Jahjaga menjadi presiden Kosovo 2011-2016.
Kontras dengan dua negara itu, lebih dari 80% rakyat Rumania adalah penganut Kristen ortodoks, sementara umat Muslim di sana kurang dari 1%.
The New York Times
