Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan, kaum lelaki dan perempuan yang baru datang dari wilayah di mana virus Zika menyebar, harus mempraktikan seks aman selama sedikitnya enam bulan untuk menghindari resiko penyebaran penyakit.
Saran WHO juga berlaku bahkan jika seseorang tidak menampakkan gejala. Zika juga ditemukan beberapa pekan, setelah dokter menemukan virus di sperma seorang pria Italia enam bulan setelah pertama kali mengalami gejala Zika.
Zika menyebar melalui cairan tubuh sehingga menimbulkan risiko utama karena penyakit ini berasal dari nyamuk yang terinfeksi saat menggigit korbannya.
Sebelmnya WHO mengatakan laki-laki tanpa gejala hanya perlu menggunakan kondom atau pantang berhubungan seksual selama delapan minggu sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran Zika.
Menurut para pakar, setelah seseorang telah terinfeksi, ada kemungkinan akan mengalami kekebalan alamia terhadap infeksi di masa depan.
Banyak orang yang terinfeksi Zika ternyata tak menunjukkan gejala atau hanya mengalami demam ringan, ruam dan otot / nyeri sendi.
Zika pada kehamilan menjadi perhatian utama karena virus dapat merusak janin.
Brasil menjadi negara terkena Zika paling parah sehingga untuk alasan ini, memunculkan kekhawatiran tentang tuan rumah Olimpiade di sana
Tidak ada laporan kasus yang dikonfirmasi dari virus Zika diantara orang-orang yang menghadiri Olimpiade, baik selama dan maupun setelah mereka kembali.
Menurut WHO, 11 negara telah melaporkan kasus Zika yang ditularkan melalui hubungan seksual.
Lebih dari 60 negara dan wilayah telah mengalami penularan Zika yang berasal dari nyamuk lokal.
Dodo Aditya.
Sumber BBC




