Jika para ekonom sering mengatakan bahwa resesi dan depresi adalah bagian alami dari siklus ekonomi dan bisnis, kenyataan yang sebenarnya tidaklah seperti itu. Resesi dan depresi selalu terjadi bila para "pedagang uang" memanipulasi jumlah uang beredar, yang tujuan akhirnya adalah semakin banyak uang yang tersedot dari masyarakat ke tangan mereka.
Julius Caesar (48 SM) mengambil kembali hak untuk untuk membuat koin emas dari tangan pedagang uang di zamannya untuk kepentingan masyarakat. Dengan suplai uang baru yang berlimpah, dia memulai membangun banyak proyek konstruksi dan pekerjaan umum. Dengan jumlah uang yang banyak, Caesar memperoleh dukungan dan dicintai rakyatnya.
Tetapi para pedagang uang membencinya dan karena itu Caesar dibunuh. Setelah kematian Caesar, suplai uang berkurang, pajak naik, demikian juga korupsi.
Pada akhirnya suplai uang di Roma berkurang sangat drastis, yang menyebabkan banyak rakyat kehilangan tanah dan rumahnya.
Pada era berikutnya, ketika orang Yahudi diharuskan membayar pajak Ibadah di Yerusalem, mereka harus membayar dengan koin khusus, setengah shekel (setengah ounce perak murni) Koin jenis itu adalah satu-satunya koin perak murni tanpa gambar Raja, karena bagi Yahudi itu adalah satu-satunya koin yang bisa diterima oleh Tuhan.
Isa Al Masih (Yesus Kristus) mengusir para pedagang uang ini karena tindakan mereka yang merusak kesucian rumah Allah. Maka kemudian Yesus difitnah lalu dihukum mati dengan disalib.
Berabad kemudian, sekitar tahun 1024, para pedagang uang memegang kendali suplai uang di Inggris dan secara umum disebut sebagai tukang emas. Uang kertas mulai diedarkan dalam bentuk kwitansi deposit emas dari masyarakat kepada para tukang emas karena kebanyakan orang menyimpan emas mereka kepada tukang emas.
Lama kelamaan para tukang emas ini memperhatikan bahwa hanya sebagian kecil dari para deposannya yang akan datang mengambil kembali emas mereka, dan mereka mulai mengambil keuntungan dari sistem ini. Mereka mengedarkan lebih banyak kwitansi daripada emas yang sebenarnya mereka miliki dan tidak ada orang yang benar-benar menyadari tindakannya. Para tukang emas meminjamkan emas dalam bentuk kwitansi melebihi emas yang sebenarnya mereka miliki dan menagih bunga atas pinjamannya kepada orang-orang.
Ini adalah awal lahirnya sistem yang kita sebut sebagai Fractional Reserve Banking, sistem di mana para tukang emas bisa meminjamkan lebih banyak uang daripada yang sebenarnya mereka miliki. Perlahan-lahan kepercayaan diri mereka terus bertambah dan akhirnya mereka bahkan bisa meminjamkan 10 kali lipat uang (emas) yang ada pada mereka di deposit.
Para tukang emas ini juga menemukan bahwa dengan mengendalikan suplai uang di masyarakat, mereka bisa menciptakan siklus ekonomi dengan mempermudah dan mempersulit pinjaman secara berkala.
Caranya adalah pada suatu ketika mempermudah pinjaman kepada orang-orang, menyebabkan jumlah uang beredar bertambah di masyarakat, kemudian berganti mempersulit ataupun menghentikan pinjaman kepada orang-orang, mengambil kembali suplai uang yang beredar dan menyebabkan sebagian orang kesulitan membayar.
Mengapa mereka melakukan ini? Sederhana saja, akibat dari siklus ini adalah akan ada sebagian orang yang tidak sanggup membayar. Karena tidak bisa mendapatkan pinjaman baru, orang-orang yang tidak sanggup membayar ini akan dinyatakan bangkrut dan dipaksa menjual aset-aset mereka kepada para tukang emas dengan harga murah.
Sampai saat ini pun kita mengalami siklus ini. Siklus boom and bust, resesi, depresi, ini hanya kata-kata untuk menutupi penipuan jahat para pedagang uang.
Puncak dari sistem ini adalah Bank for International Settlement di Basel, Swiss (tuan rumah kongres pertama Zionis Dunia, dipimpin oleh Theodor Herzl tahun 1897). Sejumlah bank swasta yang dimiliki para pedagang uang itu menguasai dan mengendalikan bank sentral.

Berikut ini tahap bagaimana Federal Reserve menciptakan uang tanpa modal:
1. Federal Open Market Committee menyetujui pembelian surat hutang pemerintah Amerika.
2. Surat hutang itu dibeli Federal Reserve.
3. Federal Reserve akan membayar surat hutang ini dengan kredit ke rekening bank pemerintah.
4. Bank menggunakan deposit ini sebagai cadangan uang. Mereka kemudian bisa meminjamkan uang tersebut sampai sebesar 10 kali lipat deposit tersebut, semuanya dengan bunga.
Sebagai contoh, Federal Reserve membeli surat hutang sebesar 1 juta dolar. Uang ini pada akhirnya bisa menjadi 10 juta dolar di rekening bank. Jadi 10% dari uang-uang baru ini datang dari Federal Reserve, dan 90% lainnya diciptakan oleh bank.
Untuk mengurangi jumlah uang beredar, proses ini dibalik. Federal Reserve akan menjual surat hutang yang mereka pegang ke publik dan uang kemudian mengalir dari rekening si pembeli. Pinjaman dari bank akan dikurangi sebesar 10 kali lipat dari jumlah uang tersebut. Jadi bila Federal Reserve menjual 1 juta dolar surat hutang, pada akhirnya akan ada pengurangan 10 juta dolar uang beredar di masyarakat.
Pada 22 November 1963 Kennedy mati ditembak.
