Clinton mencemooh rencana rahasia Trump untuk mengalahkan ISIS. Trump merahasiakan rencananya untuk menagalahkan ISIS karena Trump sebetulnya tidak punya rencana.
Dalam forum keamanan nasional yang disiarkan melalui televisi, kandidat Presiden dari Partai Republik Donald Trump dan lawannya Hillary Clinton dari Partai Demokrat saling menyerang rencana mereka masing-masing tentang permasalahan keamanan nasional AS, khususnya dalam menghadapi ancaman terorisme.
Saat kampanye yang berlangsung di Cleveland, Ohio Kamis 8 September 2016, Trump menanggapi pernyataan Clinton pada Rabu malam sebelumnya, "Itu lebih membuktikan bahwa Clinton tidak cocok menjadi Panglima Tertinggi, karena Clinton menolak bertanggung jawab atas kebijakannya yang gagal di Timur Tengah saat menjabat menteri luar negeri".
Trump juga menuding Clinton "sangat senang" menyerang negara-negara lain dan menggulingkan rezim, sehingga mengakibatkan "kehancuran dan kematian" di Libya, Irak, dan Suriah.
Ketika menjadi Menlu, Clinton menjalankan usaha kriminal, dengan memberikan hadiah kepada para donor Yayasan Amal Clinton, dan menuduh Clinton menghancurkan telepon dengan palu untuk menyembunyikan bukti dari para penyelidik.
Trump mengisyaratkan bahwa orang-orang yang mendukung Clinton sebagai presiden adalah "orang goblok."
Sedangkan Clinton dalam rapat umum di Charlotte, North Carolina menanggapi pernyataan Trump tentang penilaiannnya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin "jauh lebih baik" sebagai seorang pemimpin dibandingkan Presiden Barack Obama membuatnya sangat terkejut
"Itu bukan hanya tidak patriotik, bukan hanya menghina Presiden yang memegang jabatan. Itu menakutkan, dan berbahaya," Kata Clinton menanggapi pernyataan Trump.
Clinton juga mencemooh yang disebut "rencana rahasia " Trump untuk mengalahkan kelompok militan Negara Islam (ISIS).
"Itu rahasia karena Trump sebetulnya tidak punya rencana" Kata .Clinton.
Dodo Aditya.
Sumber: VoA






