Pemerintah Jerman menyarankan warganya untuk mulai menimbun sembako. Selanjutnya mengumumkan bahwa sedang mempertimbangkan kembali wajib militer. Jerman meninggalkan kebijakan wajib militer pada tahun 2011. Namun tidak menghapusnya dari konstitusi negara, yang berarti akan sangat mudah memberlakukannya kembali.
Jerman tidak sendirian. Ada pertanda yang bermunculan di negara-negara di seluruh dunia bahwa sesuatu yang besar akan datang.
Apakah mereka mengetahui sesuatu yang tidak kita ketahui?
Pemerintah AS juga telah mengeluarkan peringatan baru-baru ini
Musim panas lalu ada dua peringatan mengkhawatirkan yang mendesak warga AS untuk mempersiapkan diri.
Pertama, pada bulan Mei, Presiden Obama mengatakan:
Salah satu yang telah kita pelajari selama tujuh tahun setengah terakhir adalah bahwa pemerintah memainkan perang yang penting, tetapi ini adalah tanggung jawab setiap warga negara untuk siap bagi sebuah bencana. Dan itu berarti mengambil langkah-langkah yang proaktif, seperti memiliki rencana evakuasi, memiliki pasokan yang cukup. Jika pihak berwenang setempat meminta Anda untuk evakuasi, Anda harus melakukannya. Jangan menunggu.
Pernyataan tersebut diikuti oleh Direktur Homeland Security Christopher Geldart yang mengeluarkan sebuah peringatan kepada warga:
Setiap orang perlu untuk merencanakan rencana evakuasi mereka, pahamilah bahwa kendaraan umum bukanlah pilihan yang dapat diandalkan selama tahun depan.
“Ketika kita menempatkan kendaraan lebih banyak di jalan-jalan – seperti dalam keadaan darurat di tengah hari dan semua orang melarikan diri pada waktu yang sama – ini akan menyebabkan keterlambatan dan akan menyebabkan waktu yang lama untuk sampai rumah masing-masing,” Geldart mengatakan. “Ini akan memakan waktu yang lebih banyak, lebih lama dari sebelumnya. Jadi apa yang kami beritahukan adalah bahwa Anda harus memiliki rencana bagi keluarga Anda.”
Dan ini bukanlah akhirnya. Pertanda berada di mana-mana bahwa peperangan mungkin akan terjadi.
Pemerintah Inggris belum mengatakan bahwa warganya harus mulai menimbun sembako, namun pemerintahan di sana telah menerbitkan buku-buku “Preparing for Emergencies” (persiapan dalam keadaan darurat).
Laju kejadian-kejadian di seluruh dunia sedang terakumulasikan.
Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini tengah mempersiapkan ‘tentara super’ dan bersiap menghadapi konflik ‘berskala besar’, seperti dirilis The Sun
Rusia “sedang memobilisasi kemampuan militer konvensionalnya ke dalam skala yang lebih besar. Negara ini melakukan mobilisasi untuk perang.”
Membayangkan perang, yang terlintas di benak kita adalah kengerian yang luar biasa. Seperti Perang Dunia I dan berlanjut dengan Perang Dunia II.
Andaikata Perang Dunia III terjadi, tentu saja perang ini akan lebih dahsyat lagi.
Zejournal / Daisy Luther
