Abdillah Toha -salah seorang pendiri Partai Amanat Nasional- berpendapat bahwa demo 4 November lalu memiliki agenda lebih besar dari sekedar memproses Ahok secara hukum atau menjatuhkan Ahok.
"Ahok itu sasaran antara, saya kira. Demo kemarin begitu besar, tidak pernah saya lihat demo sebesar itu, bahkan mungkin lebih besar dari demo ketika Suharto turun, kalau melihat jumlahnya. Dan menyebar di berpuluh-puluh kota di Indonesia. Masa semua gara-gara Ahok tuh? Menjatuhkan Ahok? Secara logika tidak mungkin", kata Abdillah.Image copyrightBIRO PERS KEPRESIDENANImage captionKaplorim, Jenderal Pol Tito Karnavian, menyampaikan bahwa proses gelar perkara akan berlangsung transparan sesuai instruksi Presiden Jokowi
"Memang peserta demo itu Muslim awam yang dipanas-panasilah. Tapi agendanya jauh lebih besar dari itulah", tambah Abdillah.
Sementara Abdillah Toha yakin bahwa Ahok tidak melakukan penistaan walau di sisi lain bisa memahami jika demi solusi politik jangka pendek maka mungkin saja Ahok akan dikorbankan.
"Menurut saya ini sudah bukan persoalan Al Maidah lagi. Sebelumnya kelompok yang sama sudah minta Ahok dicopot. Dan yang paling penting saya kira, seperti dikatakan presiden, ada aktor-aktor politik", kata Abdillah.
"Mungkin akhirnya kalau kita mau rekonsiliasi, kan ada give and take (memberi dan menerima), satu-satunya (mengorbankan Ahok) itu saya kira. Namun andaikata Ahok mundur, apakah selesai. Karena mereka langsung merasa kuat dan nanti menuntut macam-macam lagi."
Ia juga memperingatkan bahwa yang dipertaruhkan adalah faktor yang sangat prinsip untuk kehidupan kebangsaan Indonesia.Image copyrightFACEBOOK HABIB MUHAMMAD RIZIEQ SYIHABImage captionSelebaran di internet yang menyerukan agar Jokowi dilengserkan
"Betul-betul hukum dan demokrasi dikalahkan. Biayanya besar ini. Jadi ruginya disitu. Untungnya kalau mereka menjadi tenang, ketertiban umum bisa dipulihkan."
Secara blak-blakan Abdillah berpendapat bahwa ada agenda yang lebih besar dari menuntut pemrosesan hukum atas Ahok dalam Demo 4 November.
"Sasarannya jauh lebih besar dari Ahok. Karenanya, untuk menghindari spekulasi jangan terlalu lama pemerintah mengumumkan siapa yang menunggangi, jika memang sudah ada bukti-bukti", kata Abdillah.
Menurutnya, sudah banyak beredar di internet ajakan untuk melengserkan Jokowi.
"Internet ini kan tidak bisa 100% dipercaya, sudah ada selebaran akan ada demo jilid tiga tanggal 25 november dan sasarannya menjatuhkan Jokowi, kalau memang hingga tanggal itu belum ada tindakan terhadap Ahok. Ungkapan-ungkapan itu sudah diungkapan juga oleh beberapa pimpinan pendemo", kata Abdillah
"Kalau tidak sebesar itu, tidak mungkin dong Jokowi membatalkan kunjungan ke Australia yang hanya dua hingga tiga. Jadi memang harus waspada," tegasnya.