Presiden Jokowi menuding ada aktor politik yang menunggangi demo 4 November, "Tapi kita menyesalkan kejadian ba’da Isya yang seharusnya sudah bubar, tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi," kata Jokowi dalam jumpa pers di istana.
Siapa aktor politik yang dimaksud Jokowi?
Kita semua tahu Presiden Soeharto lengser bersamaan dengan dikuasainya Gedung MPR/DPR oleh massa demonstran. Presiden BJ Habibie membatalkan pencalonannya sebagai presiden di Sidang Istimewa MPR karena tekanan massa demonstran yang mengepung Gedung MPR/DPR. Demikian pula pelengseran Presiden Gus Dur, mirip meski tak serupa. Siapa aktor-aktor politiknya dan siapa sutradaranya kita sudah mengetahuinya. Meskipun masih bisa diperdebatkan.
Dalam demo 4 November kemarin, ada agenda pendemo untuk menginap di Gedung DPR/MPR. Jika itu sempat terjadi, akan berlanjut dengan masuknya ratusan ribu orang lagi yang memang sudah disiapkan. Sesudah itu, praktis Gedung MPR/DPR mereka kuasai penuh. Kebetulan para anggota DPR sedang reses maka akan lebih leluasa, mungkin dari segi tanggal berlangsungnya aksi memang sudah termasuk yang direncanakan.
Kita tidak bisa menyebut siapa aktor politiknya, tetapi hanya bisa mengamati fakta yang ada di permukaan.
Sehari sebelum aksi demo, Ketua MPR Zulkifli Hasan mempersilakan para pendemo aksi 4 November untuk beristirahat di kompleks MPR. Zulkifli menyebut Gedung MPR merupakan rumah rakyat. Dia pun meminta izin kepada Sekjen MPR untuk mempersilakan massa beristirahat di kantornya.
"Saya pribadi ini ada sekjen MPR. Saya berharap kesekjenan," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/11/2016),
"Saya berharap sekjen menerima rakyat kita. Itu kan keluarga kita, Kenapa mesti kita persulit kalau untuk duduk di MPR?" sambung Ketua Umum PAN itu.
"Kita doakan teman-teman kita, percayakan pada teman-teman kita. Saya akan stand by di sini, kalau perlu menyampaikan aspirasi saya akan stand by di sini," ucap Zulkifli.
Pernyataan Zulkifli ini berlawanan dengan sikap Ketua DPR Ade Komarudin (Akom). Akom berpendapat Gedung DPR/MPR merupakan kantor anggota dewan yang tidak bisa sembarangan digunakan untuk di luar agenda dewan.
"Tidak boleh, ini kan fasilitas negara, untuk bekerja para anggota dewan," kata Akom di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/11/2016).
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengizinkan peserta demonstrasi 4 November untuk menginap di kompleks DPR/MPR. Dia mencontohkan aksi pada tahun 1998 yang menjadikan kompleks DPR/MPR lokasi menginap.
"Kita dulu demonstran 98, menginap dan sampai tahu gedung ini," kata Fahri, Jumat (4/11/2016). Fahri mengatakan tidak perlu membawa surat ijin atau hal-hal lainnya. Itu karena sekarang sedang kondisi darurat.
Politisi Senior PAN Amien Rais yang Eks Ketua MPR dan Eks Ketua PP Muhammadiyah bergerak bersama ratusan demonstran dari Kantor PP Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016) selepas salat. Ia bergerak ke kantor sementara Bareskrim Polri di Jl Medan Merdeka Timur, kemudian bergerak bersama massa ke Balai Kota DKI Jakarta. Sepanjang jalan Amien ikut menyanyikan lagi Bandung Lautan Api bersama demonstran.

"Jatuhkan presiden itu ada dua cara, pertama lewat parlemen ruangan dan kedua lewat parlemen jalanan," kata Fahri.Hamzah berorasi. "Jadi hukum harus ditegakkan seadilnya tanpa intervensi. Kalau tidak, parlemen ruangan bisa bertindak untuk menggalang mosi tidak percaya atau parlemen jalanan yang bertindak menuntut Presiden mundur," lanjut Fahri.
Amien Rais juga berorasi, mengecam dan mengancam Presiden Jokowi. Juga Fadli Zon melakukan orasi yang mengecam Presiden Jokowi. Berita lengkapnya dengan mudah bisa dibaca di berbagai situs berita.
Sesudah aksi demo di monas dan di depan istana, malamnya sebagian pedemo bergerak dan berkumpul di depan Gedung DPR, memaksa untuk masuk ke dalam gedung. Mereka mengancam akan tetap berada di depan Gedung DPR hingga tuntutan mereka terpenuhi. Rizieq Shihab yang memimpin para pedemo meminta untuk bisa masuk ke Gedung DPR. Rizieq mengatakan bahwa Gedung DPR adalah rumah rakyat, sehingga mereka memiliki hak untuk masuk.
"Buka pintu gerbang agar rakyat masuk ke rumahnya. Kalau dibukakan dengan damai, kami juga akan damai. Untuk berdamai di lingkungan rumah rakyat dan bangsa," tegas Rizieq di depan Gedung DPR
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan yang berada di dalam kawasan gedung. Kapolda menegaskan mereka tidak diperkenankan untuk menginap di dalam kawasan Gedung DPR.
"Tidak boleh!," tegas Iriawan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016). "Itu ada batas orasi, sudah ada sampai depan pagar," lanjutnya.
Rizieq Shihab dan para pedemo tetap bersikukuh memaksa masuk Gedung DPR/MPR.
Sementara itu di istana, Presiden Jokowi dalam pernyataannya yang disiarkan oleh hampir semua stasiun televisi, menyuruh para pedemo pulang. "Oleh sebab itu, saya minta para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing, ke daerah masing-masing dengan tertib.Biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya.: ujar Jokowi.
Sekitar satu jam sesudah itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan muncul di Gedung MPR/DPR melakukan negosiasi dengan Rizieq Shihab cs. Singkat kata, Rizieq cs menurut pada Zulkifli, dan kemudian mengajak rombongan pedemo untuk membubarkan diri.
