• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
Menu
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SPORT
  • ENTERTAINMENT
  • SAINSTEKNO
  • GAYA
  • PSIKOLOGI & KESEHATAN
  • PERSONA
  • RILIS
  • FEATURES
  • OPINI

Sebanyak 58 Persen PNS DKI akan Diberhentikan

Follow @GALABERITA
Category Category: NASIONAL

Secara bertahap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana merampingkan struktur pegawai negeri sipil (PNS) yang dinilai masih gemuk. Perampingan akan dilakukan hingga jumlah PNS DKI mencapai sekitar 30.000 pegawai saja.

Artinya, akan terjadi pemangkasan sekitar 58 persen atau sekitar 42.000 dari total jumlah PNS DKI akan diberhentikan . Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI mencatat sebanyak 72.697 PNS yang saat ini bekerja di Pemprov DKI . Dari jumlah tersebut terbagi menjadi dua, yaitu PNS non-guru atau PNS struktural sebanyak 39.913 dan PNS guru atau PNS fungsional sebanyak 32.784 orang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan jumlah PNS DKI sudah terlalu banyak. Apalagi saat ini, sudah ada bantuan dari tenaga pekerja harian lepas (PHL), petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) dan pekerja kontrak waktu tertentu (PKWT).

“Terus terang PNS kita banyak banget. Belum lagi dibantu PPSU, dibantu PHL dan PKWT. Kalau ditotal semuanya bisa lebih dari 100.000 orang. Artinya PNS terlampau banyak,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (12 Juli 2016).

Pemprov DKI saat ini berupaya mengendalikan jumlah PNS. Dalam menata struktur PNS DKI, pihaknya tidak lagi menggunakan sistem zero growth, melainkan minus growth. Dengan kata lain, dengan minus growth, PNS yang sudah pensiun tidak akan diperpanjang lagi. Harus segera pensiun tanpa ada perpanjangan masa pensiun.

“Tidak boleh ada lagi perpanjangan usia pensiun. Lalu jangan terima (PNS) terus toh. Dengan cara seperti itu, kita bisa betul-betul menyesuaikan beban kerja dengan pegawai,” ujarnya.

Rasionalisasi perampingan PNS di DKI hingga 42 persen telah dilaksanakan sejak tahun ini hingga tahun 2018 mendatang. Perampingan PNS bisa dilakukan dengan tiga tindakan, yakni penggabungan beberapa unit kerja perangkat daerah (UKPD) atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD), pembubaran UKPD atau SKPD dan penambahan baru UKPD atau SKPD.

Untuk saat ini, Pemprov DKI lebih memilih menggabungkan beberapa UKPD atau SKPD. Tindakan ini berdampak pada pengurangan jumlah pegawai.

“Pengurangan jumlah pegawai itu ada yang alamiah dan direkayasa dengan sistem. Untuk alamiah itu kan meninggal dunia dan pensiun. Kalau dengan sistem, mereka yang tidak sesuai dengan harapan kami akan kami dorong untuk pensiun dini saja,” tegasnya.

Kepala BKD DKI Jakarta, Agus Suradika menerangkan untuk rasionalisasi perampingan PNS, BKD telah melakukan pemetaan berdasarkan zona. Ada empat kuadran zona untuk mengelompokkan kualitas dan kinerja PNS.

Kuadran zona pertama merupakan kelompok pegawai yang memiliki kompetensi dan kinerja bagus sehingga bisa dilanjutkan bekerja terus sebagai PNS DKI.

Kuadran zona kedua adalah kelompok pegawai yang memiliki kompetensi bagus tetapi kinerja rendah. Kemudian kuadran zona ketiga adalah kelompok pegawai yang memiliki kompetensi rendah tetapi kinerja bagus. PNS yang masuk dua kelompok ini akan ikut dalam pendidikan dan latihan (diklat).

Lalu, kuadran zona tiga adalah kelompok pegawai yang memiliki kompetensi dan kinerja buruk. PNS yang masuk zona ini akan segera diminta pensiun muda.

Kemudian, untuk tenaga fungsional seperti guru honorer akan dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Selanjutnya, dalam penerimaan tenaga kerja fungsional di bidang kesehatan dan pendidikan, seperti guru, dokter, perawat tidak akan diangkat menjadi PNS melainkan P3K.

“Kalau di Indonesia ada satu juta PNS yang akan dipensiun dinikan, nah kalau di Jakarta kita akan lihat lagi. Kalau guru honorer sudah diangkat P3K, maka nanti guru itu semua akan P3K, jadi enggak ada PNS di jabatan guru. Seluruh tenaga fungsional akan P3K. Nantinya PNS kita paling akan berjumlah 30.000-an,” jelasnya.

Follow @GALABERITA


Adriawan

Follow @GALABERITA

Nasib Arcandra, Kini Tak Punya Negara

Presiden Jokowi Berhentikan Arcandra dari jabatan Menteri ESDM

Menpora dan Kastaf Garnisun Gagal Paham UU, Depak Gloria dari Paskibraka

Siapa Pembunuh Imam Masjid New York?

Turki Mulai Gertak UE tentang Bebas Visa

Nasib Arcandra, Kini Tak Punya Negara

Presiden Jokowi Berhentikan Arcandra dari jabatan Menteri ESDM

Menpora dan Kastaf Garnisun Gagal Paham UU, Depak Gloria dari Paskibraka

Siapa Pembunuh Imam Masjid New York?

Turki Mulai Gertak UE tentang Bebas Visa

Pemberitaan Sidang Jessica Wongso Berpotensi Giring Opini Publik

Monster Pembunuh dari Sumatera

Nissan Kembangkan Mesin Bensin Terbaru, Membuat Mesin Diesel Canggih Usang

Sukacita Umat yang Baru Merdeka dari Penindasan ISIS

WNI Jadi WNA atau WNA Jadi WNI, Mungkinkah WNA Merangkap WNI?

Dear Pak Jokowi, Dual Citizenship Will Bring the Benefits

Arcandra Gagal Menghadapi Situasi Pelik Penuh Jebakan

Hati-hati, Makanan Ini Tingkatkan Risiko Kanker

Ini 8 Jenis Kecerdasan yang Sama Pentingnya dengan IQ dan EQ

Biarkan Wanita Pakai Rok Mini, Kata Presiden Kyrgyzstan

Pria-pria di Iran Berhijab, Aksi Solidaritas pada Kaum Perempuan #MenInHijab

Banyak Dibaca

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

PayTren, Aplikasi Bertransaksi dari Bandung yang Mulai Mendunia

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Ingin Awet Muda, Olahraga dan Kurangi Berat Badan

Mau Langsing? Ini 4 Cara Aktifkan Hormon Penurun Berat Badan

Beli Mobil Honda Bisa Dicicil Rp 1 Juta per Bulan, DP Rp 20 Juta

Ada Korelasi antara Gen dan Kebahagiaan Seseorang

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Saat Bangunan Intelektual Rumi Terkoyak, dan Tenggelam di Dunia Sufi

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • NASIONAL
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC