Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa koruptor adalah penista agama yang sesungguhnya. "Kami menyampaikan pesan kepada sahabat kami, kenapa kita tidak marah semarah-marahnya kepada penista agama, kepada koruptor. Mengambil uang rakyat adalah penistaan sesungguhnya," kata Dahnil.
Dahnil mengungkapkan, dalam Tanwir ke-I PP Pemuda Muhammadiyah dihasilkan sejumlah komitmen, di antaranya yakni merawat integritas dan kejujuran.
Jika umat Islam merasa tersinggung dengan pernyataan Ahok yang dianggap menistakan agama, ia juga ingin umat Islam juga lebih tersinggung lagi kepada pejabat-pejabat yang mengaku beragama namun merampas uang rakyat.
Dahnil menambahkan, di Indonesia sudah banyak orang yang cerdas dan kompeten di berbagai bidang. Namun sedikit dari mereka yang benar-benar merawat kejujuran dan integritas. "Selain kompetensi harus ada akhlak," ucap Dahnil.
Ketua KPK Agus Raharjo sepakat bahwa korupsi adalah bagian dari penistaan agama. Menurutnya, banyak ayat-ayat al Quran dan Hadis Nabi yang memberikan contoh bahwa korupsi betul-betul menzalimi masyarakat dan menyengsarakan.
"Korupsi tak hanya menzalimi masyarakat tapi juga menzalimi dan penistaan agama. Banyak ajaran berupa ayat atau hadis yang mengajarkan tentang larangan korupsi," ujar ketua KPK Agus Raharjo.
Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas menilai, demo lanjutan aksi bela Islam oleh Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI yang akan digelar pada 2 Desember sudah melenceng.
Menurut mantan pimpinan KPK itu, demo itu bukan lagi soal mengawal kasus hukum Ahok, melainkan sudah mengarah pada tindakan upaya menggulingkan pemerintahan yang ada saat ini.
"Demo melibatkan rakyat, rakyat yang datang diprovokasi, tahu-tahu agendanya yang bertentangan dengan isu-isu yang dimunculkan dalam demo itu. Ada agenda tersembunyi. Ini namanya memanipulasi kekuatan rakyat yang diminta untuk demo itu," kata Busyro.
