Kepolisian Resor Jakarta Pusat menerbitkan peta titik-titik strategis di Monumen Nasional menjelang aksi 2 Desember 2016. Akan disediakan enam truk air minum. Menurut keterangan peta, truk itu akan ditempatkan di enam titik di tengah massa yang akan salat.
Enam titik toilet untuk peserta aksi akan ditempatkan di Silang Monas Timur Laut, Silang Monas Tenggara, dan Silang Monas Barat Daya.
Sepuluh ambulans juga disebarkan di lokasi-lokasi di sekitar massa. Ambulans itu disiapkan di dekat jalan ke luar Monas sehingga memiliki akses ke luar kerumunan.
Massa akan diarahkan agar menempati jalanan dan lapangan luas di sekitar Monas. Di empat sisi jalan, akan disediakan tempat untuk berwudu. Massa akan membentuk saf ke arah kiblat di barat laut. Mimbar nanti akan ditempatkan di Silang Monas Barat Laut, dekat Taman Pandang Istana yang belum lama dibangun Gubernur Ahok untuk kegiatan unjuk rasa.
Yasser Rizky, seniman perancang konsep taman itu, mengungkapkan bahwa desainnya memang dibuat untuk menginspirasi publik. Dia menggunakan tiga jenis instalasi, yaitu bangku berbentuk tulisan "Berbeda Tapi Satu", jejak aspirasi berupa kutipan para tokoh nasional terkemuka, dan karya instalasi tiga dimensi bertulisan "Ragam Insan".
"Untuk seluruh taman dikonsepkan semuanya mengenai Jakarta yang multikultur. Jakarta sebagai pusat semua kultur di Indonesia," ucap Yasser
Di taman yang terletak di dekat pintu Silang Barang Laut Monas itu terdapat pula ruang terbuka yang dirancang, seperti teater mini.
Ahok menuturkan, taman yang digunakan para pendemo untuk menyalurkan aspirasinya itu, menjadi taman yang memiliki konsep Bhinneka Tunggal Ika sekaligus mendekatkan seni kepada masyarakat.
Di taman itu, Ahok pun turut menyalurkan aspirasinya melalui sebuah catatan di atas balok kayu dan menggantungnya di tiang aspirasi.
Catatan Ahok berbunyi, "Jakarta harus jadi kota yang modern, rapi, tapi manusiawi. Dan bisa membuat warganya bahagia, otak, perutnya, dan dompetnya penuh."
