Menu
  • HOME
  • NEWS & FEATURES
    • FEATURES
      • XLINK
        • DETIK
        • TEMPO
        • KOMPAS
        • BBC
        • DW
        • VOA
        • NATIONAL GEOGRAPHIC
        • YOUTUBE
        • BERITASATU
        • VIVA
        • METROTVNEWS
        • MERDEKA
        • CNN
        • OKEZONE
        • JPNN
    • OPINI
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • ENTERTAINMENT
    • SPORT

Persiapan Pengamanan Rencana Demo Besar pada Acara Pelantikan Trump

Category Category: INTERNASIONAL
Persiapan konstruksi di depan gedung Kongres AS. Di sinilah nanti Presiden terpilih AS, Donald Trump akan dilantik sebagai Presiden AS ke-45 pada 20 Januari 2017.
Persiapan konstruksi di depan gedung Kongres AS. Di sinilah nanti Presiden terpilih AS, Donald Trump akan dilantik sebagai Presiden AS ke-45 pada 20 Januari 2017.
 
Pelantikan presiden terpilih Donald Trump tinggal satu bulan lagi. Berbagai persiapan dilakukan, tidak saja untuk menghadapi kemungkinan terjadinya demonstrasi besar tetapi juga suhu yang sangat dingin.

Operasi keamanan dan persiapan sedang dilakukan satu bulan menjelang pelantikan Donald Trump sebagai presiden Amerika, yang diperkirakan akan diramaikan oleh demonstrasi-demonstrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Meskipun banyak anggota militer dan Garda Nasional yang telah merencanakan pelantikan ini sejak tahun 2012, sebuah gudang persenjataan lokal di Washington DC pertengahan pekan ini memamerkan sebuah peta kota berukuran besar dan menjelaskan rencana dan gerakan presiden pada hari pelantikan nanti.

Presiden terpilih Donald Trump dan wakil presiden terpilih Mike Pence akan memulai harinya di Gereja Episcopal St. John, dimana kemudian mereka akan menuju ke Gedung Putih untuk bertemu dengan presiden Barack Obama yang akan menyerahkan kunci – dalam bentuk fisik – simbol Gedung Putih. Setelah menandatangani beberapa dokumen administrasi, sebuah iring-iringan mobil akan membawa presiden terpilih dari Gedung Putih ke Capitol Hill untuk mengikuti upacara pengambilan sumpah.

“Secara umum pelantikan berlangsung sebagaimana pada masa lalu, meskipun ada hal-hal yang mungkin berubah”, ujar Brigjen George Degnon – Wakil Komando Pelantikan Presiden 2017 dalam konferensi pers hari Rabu (14/12), yang secara diplomatis menjawab beberapa pertanyaan tentang apa perbedaan persiapan dan operasi keamanan pada pelantikan kali ini dibanding sebelumnya.

Komite Gugus Tugas – yang mencakup sejumlah anggota militer dan Garda Nasional Distrik Colombia – menjelaskan hal-hal dasar, termasuk yang paling mungkin terjadi yaitu ancaman terhadap parade pelantikan. Oleh karena itu pihak yang terlibat diharuskan memiliki identitas yang jelas dan rencana cadangan bagi ratusan ribu orang jika cuaca memburuk.

Ribuan anggota Garda Nasional akan diperbantukan di Departemen Kepolisian Washington DC, sehingga mereka memiliki wewenang untuk melakukan penangkapan. Pelantikan anggota-anggota Garda Nasional sebagai polisi kota Washington DC pada saat pelantikan ini merupakan hal yang umum terjadi, tetapi mereka hampir tidak pernah menggunakan wewenang untuk melakukan penangkapan. Bahkan pada pelantikan pertama Presiden Obama tahun 2009 – yang dihadiri oleh kerumuman massa terbanyak dalam sejarah Amerika – tidak ada satu penangkapan pun dilakukan olen tentara, demikian menurut Mayjen Errol Schwartz – panglima Garda Nasional Washington DC.

Mengingat acara pelantikan umumnya di luar ruangan dan berlangsung pada bulan Januari, maka cuaca menjadi keprihatinan utama bagi setiap orang yang terlibat. Personil militer memiliki tiga seragam untuk persiapan jika cuaca memburuk, dan pada tanggal 20 Januari jam 4.30 pagi komandan mereka akan memutuskan seragam apa yang akan dikenakan.

Pada pelantikan kedua Presiden Ronald Reagan tahun 1985, upacara di luar gedung Capitol Hill dibatalkan karena salju, angin sangat dingin dan penurunan suhu yang sangat cepat; sehingga pelantikan terpaksa dilakukan di dalam ruangan.

Bukan rahasia umum jika persiapan pelantikan Donald Trump nanti, polisi, militer dan personil keamanan juga menghadapi tantangan tambahan. “Jelas bahwa keprihatinan utama saat ini ada kemungkinan terjadinya demonstrasi dalam jumlah besar”, ujar Mayjen Bradley Beckeer, panglima Joint Force Headquarter-National Capital Region.

Menurut sebuah akun Facebook, ratusan ribu orang berencana ikut berunjukrasa dalam “Women’s March on Washington”, sehari setelah pelantikan itu. Demonstrasi – yang terbesar dari puluhan demonstrasi lain yang direncanakan pada akhir pekan itu – adalah yang pertama kali mendapat ijin hari Jum’at (16/12).

“The Women’s March on Washington” akan mengirim pesan yang jelas kepada pemerintah baru pada hari pertama mereka, dan juga kepada dunia bahwa hak perempuan adalah hak asasi manusia. Kami berdiri bersama, mengakui bahwa membela mereka yang paling terpinggirkan adalah membela hak kita semua”, demikian pernyataan misi organisasi itu pada situsnya.



Kelompok perempuan anti-Presiden-terpilih Donald Trump melakukan unjuk rasa di Manhattan, New York, 13 November lalu (foto: dok).

Lebih dari 150 ribu orang memastikan akan “hadir” dalam acara itu, sementara 240 ribu lainnya menyatakan “tertarik hadir” dalam demonstrasi 21 Januari nanti.

Selain kelompok perempuan itu, koalisi the ANSWER (Act Now to Stop War and End Racism) – atau Bertindak Sekarang Untuk Hentikan Perang dan Mengakhiri Rasisme – adalah salah satu dari banyak kelompok yang juga berupaya mendapatkan ijin untuk berunjukrasa pada hari pelantikan 20 Januari. Hampir 20 ribu orang telah mengirim pesan di internet yang menunjukkan bahwa mereka akan datang.

Kedua organisasi itu menyebut retorika bernada kebencian terhadap kelompok-kelompok terpinggirkan yang disampaikan dalam kampanye politik Trump, dan mengatakan misi mereka mencakup upaya mengatasi kebencian ini dan memastikan agar pemerintah baru tahu bahwa kelompok-kelompok minoritas dan perempuan bersatu “dalam jumlah yang terlalu besar untuk tidak dipedulikan”.

Banyak kelompok pro-Trump diperkirakan juga akan datang untuk menyaksikan pelantikan di Washington DC. Salah satu diantaranya “Bikers for Trumps” – yaitu kelompok pesepeda motor yang berpawai di seluruh Amerika menjelang pemilu lalu, dan pada hari pelantikan nanti juga berencana berpawai di ibukota.

Kampanye GoFundMe untuk “Bikers for Trump” telah mengumpulkan lebih dari 18 ribu dolar untuk biaya akomodasi dan BBM bagi mereka yang berpawai menuju dan di sekitar Washington DC.

Sebanyak satu juta demonstran – dari berbagai pihak dan beragam kelompok – diperkirakan akan datang pada hari pelantikan atau satu hari setelah pelantikan, demikian menurut perhitungan Stephen Fuller, pakar dan sekaligus ketua Center for Regional Analysis di Universitas George Mason. Kerumunan massa ini merupakan tambahan pada sekitar 200 ribu orang yang menghadiri pelantikan tersebut.

Hotel-hotel di seluruh ibukota Washington DC hampir penuh dipesan oleh sekitar 200 ribu orang yang ingin menghadiri pelantikan, tetapi Fuller mengatakan banyak diantara mereka yang akan berunjukrasa melakukan perjalanan ke ibukota pada hari yang sama atau menemukan alternatif penginapan. “Orang-orang ini tinggal bersama teman mereka. Saya punya teman yang menampung sejumlah orang yang datang dari California untuk tinggal bersama mereka dan tidur di lantai”, ujar Fuller pada VOA. “Sejumlah orang lain juga mengelfon kami, menanyakan apakah mereka bisa tinggal berama kami”.

The National Park Service adalah pihak yang mengeluarkan ijin untuk demonstrasi, yang umumnya berlangsung di kawasan Monumen Nasional dan sekitarnya. Banyak kelompok yang belum memperoleh

ijin karena besarnya jumlah demonstran akan menjadi tantangan tersendiri bagi aparat, belum lagi upaya mengatur arus sejumlah besar orang di dalam suatu kawasan dan menghindari potensi ketegangan diantara mereka yang mendukung dan menentang suatu isu.


VOA/AF
 
 
Follow @LebihJelas
  • Facebook Dituduh Beri Info Menyesatkan Saat Ambil Alih WhatsApp
  • Ribuan Orang Masih Tunggu Evakuasi di Aleppo
Follow @LebihJelas

Developed in conjunction with Joomla extensions.

UGM Kembangkan Nusa Health, Layanan Kesehatan Berbasis Android

Bendahara MUI Fahmi Darmawansyah Ditahan KPK

Pelaku Serangan Teror Berlin Ditembak Mati di Italia

Gugatan AS atas Pemerintah Indonesia yang Lindungi Petani Dikabulkan WTO

ISIS Membakar Hidup-hidup Dua Tentara Turki

Jokowi Jelaskan soal Jumlah Tenaga Kerja Cina di Indonesia

Berapa Sebenarnya Jumlah Tenaga Kerja Cina yang Masuk ke Indonesia?

Apakah Anda Mau Menikah dengan Robot?

Sajak Malam Kudus Ditulis Setelah Letusan Hebat Gunung Tambora

Bolehkah Saya Sentuh Kepala Presiden?

Peran Ibu di Balik Kesuksesan Bill Gates

Mendapatkan Pekerjaan Impian Lalu Membencinya

Siapakah Penemu Lampu Lalu Lintas?

Santa Claus Lahir di Turki, Dikenal Sebagai Saint Nicholas dari Myra

Dari Sebuah Pelana Kuda, Hermes Menjadi Sentuhan Mewah ala Prancis

Membacakan Buku Meningkatkan Kinerja Otak Balita

Apakah Anda Mau Menikah dengan Robot?

Sajak Malam Kudus Ditulis Setelah Letusan Hebat Gunung Tambora

Bolehkah Saya Sentuh Kepala Presiden?

Peran Ibu di Balik Kesuksesan Bill Gates

Mendapatkan Pekerjaan Impian Lalu Membencinya

Siapakah Penemu Lampu Lalu Lintas?

Santa Claus Lahir di Turki, Dikenal Sebagai Saint Nicholas dari Myra

Dari Sebuah Pelana Kuda, Hermes Menjadi Sentuhan Mewah ala Prancis

Membacakan Buku Meningkatkan Kinerja Otak Balita

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Apakah Engkau Seorang Pengekor atau Pemimpin?

Masyarakat Semut yang Gigih Pantang Menyerah

Jantung Mempengaruhi Baik atau Buruknya Pikiran dan Perbuatan Kita

Budaya Kebebasan Berinovasi di Silicon Valley

Drama Cinta Sutan Sjahrir dengan Nyonya Belanda

Misteri Deja Vu Akhirnya Terpecahkan

Apa Biang Kekalahan Napoleon di Pertempuran Waterloo?

Fatwa-Fatwa yang Malah Memelorotkan Keagungan Tuhan

Ini Sebab Mengapa Mr P Tidak Punya Tulang

Ketika Soekarno Menjalin Cinta dengan Istri Seorang Pengurus Sarekat Islam

Banyak Dibaca

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Give Me a Call, Kata Prabowo Subianto Kepada Luhut Pandjaitan

Aksi Bela Islam Telah Menipu Rakyat, Kata Ketua PP Muhammadiyah

Ridwan Kamil: Hari ini Kita Diuji, Bersyukurlah Kita Punya Pancasila

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Pembuat isu SARA itu Ahok sendiri, kata Boy Sadikin

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Peran Jokowi dan Sunny Tanuwijaya dalam Akrobat Politik Ahok

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

Pergilah Lebih Tinggi, Lihatlah Jiwa Manusia

Mereka Meyakini Dewa Tertinggi itu Bernama Allah

Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun

Atas Nama Kekuasaan dan Syahwat

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Gusti Allah Diajak Kampanye Kebangetan Tenan, Kata Gus Mus

Islam Gincu versus Islam Garam Bung Hatta

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Makam Yesus Dipercayakan Kepada Keluarga Muslim, Kenapa?

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Rusia Kelebihan Wanita, Bila Anda Berminat ada Wife Tours

Gatot Brajamusti dan Ritual Uh-oh-ihnya dengan Wanita

Pertanyaan Soekarno yang Memicu Merumuskan Dasar Negara Indonesia

Bu Guru Cantik Menggoda, Murid Menghamili Bu Guru

www.GALABERITA.com
World Trade Centre 5, Jl. Jendral Sudirman Kav. 29-31, Jakarta, 12920
[email protected]
  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • INTERNASIONAL
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates
Goto Top
  • HOME
  • NEWS & FEATURES
    • FEATURES
      • XLINK
        • DETIK
        • TEMPO
        • KOMPAS
        • BBC
        • DW
        • VOA
        • NATIONAL GEOGRAPHIC
        • YOUTUBE
        • BERITASATU
        • VIVA
        • METROTVNEWS
        • MERDEKA
        • CNN
        • OKEZONE
        • JPNN
    • OPINI
    • NASIONAL
    •  
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    •