Setelah berhasil membantu membebaskan Aleppo, Iran mengeluarkan pernyataan akan melakukan upaya pembebasan Bahrain, Yaman, dan Mosul, yang saat ini dilanda perang.
Mosul, Irak, sampai hari ini dikuasai kelompok teroris ISIS. Mengutip dari Washington Post, penduduk Mosul mengalami krisis makanan dan air bersih yang parah. Tragedi kemanusiaan di Mosul akan semakin parah karena penduduk saat ini menghadapi musim dingin. Warga yang kelaparan telah mengungsi ke tempat yang dianggap lebih mudah untuk mengakses makanan, air, dan layanan kesehatan.
Wakil Komandan Pengawal Revolusi Iran Jenderal Hossein Salami dalam pernyataan resminya kepada media IRNA, menjelaskan, kemenangan di Aleppo, Suriah, menjadi pembuka jalan untuk membebaskan Bahrain, Yaman, dan Mosul di Irak.
"Rakyat Bahrain akan menggapai harapan mereka, rakyat Yaman akan senang, dan penduduk Mosul akan mengecap kemenangan. Ini semua merupakan janji Ilahi," kata Salami, seperti dikutip dari Al Arabiya, 16 Desember 2016.
Melalui berita dari sejumlah media internasional, menggambarkan perang yang dilakukan koalisi Arab Saudi melawan pemberontak Houthi telah membawa kesengsaraan parah bagi penduduk Yaman. Bahkan badan PBB untuk urusan anak-anak, Unicef, pekan lalu melaporkan, setiap sepuluh menit, seorang anak di Yaman tewas karena kelaparan parah, kekurangan gizi akut, dan berbagai penyakit.
Juru bicara Pengawal Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Ramadan Sharif, mengungkapkan, pasukan Iran dan Rusia serta milisi sektarian Irak, Afganistan, Pakistan, dan Hezbullah memainkan peran yang sangat penting dalam pertempuran di Aleppo.
Aleppo merupakan salah satu benteng terkuat para pemberontak oposisi Assad, yang dikalahkan pasukan Suriah dengan dukungan pasukan Iran dan Rusia. Pekan lalu, pasukan pemerintah Suriah akhirnya menguasai kembali Aleppo setelah sekitar empat tahun dikuasai pemberontak.
AL ARABIYA | WASHINGTON POST
