Setiap atom tersusun dari sebuah inti dan sejumlah elektron yang bergerak mengikuti kulit orbital pada jarak yang sangat jauh dari inti. Di dalam inti atom terdapat partikel lain yang disebut proton dan netron dengan jumlah sesuai dengan sifat-sifat atom tersebut. Susunan dan rangkaian atom terjadi berkat adanya gaya nuklir kuat, yaitu gaya dasar di alam semesta yang paling kuat. Menjaga kuark (materi lebih kecil dari inti atom) agar tetap terikat di dalam proton dan neutron, dan juga agar proton dan neutron tetap berada di dalam inti atom.
Satu fakta: bagian terbesar pembentuk atom adalah ruang kosong. Bahwa 99 % dari sebuah atom adalah ruang kosong. Lalu bagaimana dengan intinya? Para ahli telah menemukan bahwa 95 % dari inti atom juga merupakan ruang kosong. Dan jika inti atom dipecah lagi hasilnya ruang kosong juga mengisi jarak antara kuark. Lalu jika kuark kita pecah lagi, intinya adalah ruang kosong yang adalah suatu energi.
Ketika semua wujud materi kita lihat dalam ukuran ini, kita tak melihat apapun kecuali hanya serpihan gelombang yang dipecah dalam satuan Quantum. Dengan demikian materi tidaklah sematerial kenyataannya. Materi bukan sesuatu yang berujud nyata. Materi hanyalah gelombang penampakan konstan.
Karena tubuh manusia adalah bagian dari dunia materi, maka wujud manusia itu sendiri tidak sematerial (sepadat) yang kita kira. Terdapat terlalu banyak ruang kosong yang membentuk materi sosok manusia. Begitu pula segala sesuatu yang ada di bumi dan seluruh jagad raya.
Karena tubuh manusia adalah bagian dari dunia materi, maka wujud manusia itu sendiri tidak sematerial (sepadat) yang kita kira. Terdapat terlalu banyak ruang kosong yang membentuk materi sosok manusia. Begitu pula segala sesuatu yang ada di bumi dan seluruh jagad raya.
Fisika Quantum membuktikan bahwa dunia adalah variasi dari berbagai spektrum gelombang yang nampak. Manusia berinteraksi dengan manusia lainnya, dan dengan segala sesuatu di dalam yang kita sebut kehidupan adalah dalam tataran penampakan.
"Apa yang kita sebut kenyataan sebetulnya adalah ilusi, meskipun berlangsung terus menerus," kata Albert Einstein.
Siapakah kita? Dan siapakah yang telah menampakkan yang kita sebut sebagai kenyataan kepada kita?
Siti Rahmah

