Sebuah asteroid yang melintasi orbit Bumi diperkirakan akan menyebabkan 'bencana besar' beberapa tahun kemudian jika orbitnya berubah ketika mendekati planet kita. Asteroid yang disebut Bennu, melintasi orbit Bumi sekali setiap enam tahun dan diperkirakan melewati antara bulan dan Bumi pada 2135.
Para ilmuwan khawatir orbit asteroid ini dapat berubah oleh gravitasi bumi saat melintas, yang membuat asteroid itu bisa menghancurkan planet kita dalam perlintasannya kemudian.
"Perlintasan 2135 akan merekayasa orbit Bennu ini, yang berpotensi menempatkannya di jalur Bumi kemudian,” ujar Dante Lauretta, profesor ilmu planet di Arizona University, kepada Sunday Times sebagaimana dikutip Daily Mail, Minggu 31 Juli 2016. "Ia mungkin ditakdirkan untuk menyebabkan penderitaan dan kematian besar," tambahnya.
Sulit bagi para astronom untuk memprediksi bagaimana perlintasan antara Bumi dan bulan akan mempengaruhi orbit Bennu, tapi Lauretta memperkirakan bahwa hal itu bisa menggeser Asteroid itu ke jalur tabrakan dengan planet kita. "Kami memperkirakan kemungkinannya sekitar satu dari 2.700 antara tahun 2175 dan 2196," katanya.
Bennu mengelilingi matahari pada kecepatan rata-rata 63.000mph (101.371 kilometer per jam) dan dampaknya pada Bumi akan sama dengan 3 miliar ton bahan peledak.
NASA begitu peduli dengan Bennu sehingga mengirimkan penyelidik ke permukaan asteroid itu untuk menganalisanya. Pesawat ruang angkasa OSRIS-Rex akan diluncurkan pada Bulan September dan akan mendarat di asteroid itu pada 2018.
Pesawat itu akan menghabiskan satu tahun di permukaan Bennu mengumpulkan sampel batuan sebelum kembali ke Bumi pada 2023. Jika berhasil, misi ini akan menjadi yang pertama mengunjungi asteroid dan kembali ke Bumi.
Untuk menangkap sampel di permukaan, penyelidik itu akan meliputi lebih dari satu wilayah tertentu dan akan turun dengan kecepatan 10 sentimeter per detik. Ia akan kontak dengan permukaan selama lima detik saat menyedot wilayah yang ditargetkan.
Misi ini juga akan digunakan untuk mempelajari kehidupan dengan menganalisis mineral di bawah permukaan Bennu ini.
DAILY MAIL | TEMPO / ERWIN Z
