Mendeskripsikan wanita Kyrgyzstan agak-agak susah. Mereka umumnya berkulit putih, punya aksen wajah gabungan antara Mongol dan Eropa. Sebuah kombinasi fisik yang jarang ada, dan memang hanya bisa kita temui di sana.
Kyrgyzstan negara mayoritas muslim, di sana 80 persen masyarakatnya memeluk Islam.
Presiden Kyrgyzstan Almazbek Atambayev menegaskan, dirinya tidak akan mewajibkan kaum wanita di negaranya untuk mengenakan pakaian ortodoks Muslim yang menutupi seluruh tubuh termasuk hijab dan burka.

Sejak tahun 1950an, kata Atambayev, wanita-wanita Kyrgyzstan mengenakan rok mini. "Namun tidak pernah berpikir mengenakan sabuk peledak," ujar Atambayev meledek para pelaku teror yang membawa bom di tubuhnya.
Seperti dikutip dari Mirror, 13 Agustus 2016, Atambayev menyerang mereka yang mengkritik wanita Kyrgyzstan yang kurang berbusana muslimah padahal 80 persen populasi negara pecahan Uni Sovyet ini beragama Islam.
Atambayev mempersilakan wanita Kyrgyzstan untuk menggunakan jenis pakaian yang ingin dikenakan. "Biarkan mereka mengenakan rok mini namun tidak seharusnya ada ledakan," ujarnya.
"Jika anda tak suka Kyrgyzstan anda dapat meninggalkan negara ini dan pergilah kemana anda suka. Kami sanggup membayar biaya perjalanan anda, bahkan untuk ke Suriah," tegas Atambayev.
Seperti dikutip dari Mirror, 13 Agustus 2016, Atambayev menyerang mereka yang mengkritik wanita Kyrgyzstan yang kurang berbusana muslimah padahal 80 persen populasi negara pecahan Uni Sovyet ini beragama Islam.
Atambayev mempersilakan wanita Kyrgyzstan untuk menggunakan jenis pakaian yang ingin dikenakan. "Biarkan mereka mengenakan rok mini namun tidak seharusnya ada ledakan," ujarnya.
"Jika anda tak suka Kyrgyzstan anda dapat meninggalkan negara ini dan pergilah kemana anda suka. Kami sanggup membayar biaya perjalanan anda, bahkan untuk ke Suriah," tegas Atambayev.

Presiden Kyrgyzstan Almazbek Atambayev
Mirror / Nita Fitri
