Arcandra Tahar kembali ke Indonesia karena diminta langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dia meninggalkan jabatan Presiden Direktur Petroneering di Houston, dan datang ke Indonesia tiga hari sebelum dilantik jadi menteri.
"Bapak presiden meminta beliau pulang ke Indonesia, banyak orang hebat yang sangat penting untuk bangsa kita," kata Mensesneg Pratikno di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (14/8/2016) Presiden Jokowi meminta Pratikno yang menjelaskan status Arcandra.
Namun, seperti syair lagu Rhoma Irama: Jokowi yang memulai, Jokowi pula yang mengakhiri. Ya nasib ya nasib.
"Tiga minggu yang lalu saya sendiri juga tidak tahu bahwa saya akan menjadi menteri, kemudian hari kemarin juga akhirnya saya juga tidak jadi menteri lagi," tutur Arcandra Tahar saat ceramah usai salat dhuhur berjamaah di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (16/8/2016)
"Apakah ada bedanya pada saat seorang menjabat dengan saat dia turun, rasanya bagi saya Insya Allah nggak ada bedanya," katanya, "Jabatan itu tidak ideal, hubungan atasan dan bawahan itu tidak kekal, yang kekal adalah persahabatan. Kalau kita bersahabat itulah kekal, tapi jabatan sewaktu-waktu diambil oleh Allah dan sewaktu-waktu akan diturunkan oleh Allah," tutur Arcandra
"Saya meninggalkan Indonesia tahun 1996 kembali tiga hari sebelum dilantik. Pelantikan hari Rabu saya sampai ke Indonesia hari Minggu. Kalau Allah berkehendak kun faya kun, jadi. Dan kita menjadi saksi juga kemarin kalau Allah berkehendak kun faya kun jadi. Apakah ini sebuah cobaan, saya katakan ini bukan cobaan, semua sudah digariskan oleh Allah," ungkapnya seraya menyebut Allah sebagai the best planner.
Kakak kandung Arcandra Tahar, Yuliarma, menyayangkan tudingan yang menyatakan adiknya sengaja melakukan penipuan kewarganegaraan untuk menjadi menteri. Padahal Arcandra kembali ke Indonesia karena diminta langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Kata Yuliarma, Arcandra pulang ke Indonesia dengan semangat nasionalisme. Malah dia meninggalkan pekerjaannya di Amerika Serikat untuk mengabdi kepada Tanah Air. Arcandra rela mengakhiri karir yang telah dirintisnya sejak 20 tahun lalu di negara Paman Sam. Yuliarma mengatakan Arcandra melepas paspor Amerika Serikat, untuk membangun Tanah Air.
Di matanya, Arcandra adalah figur yang taat beribadah dan selalu menunaikan salat tepat waktu. "Tanya ke guru-guru sekolahnya. Tanya ke orang-orang Amerika. Tanya ke Pak Habibie," ucapnya. BJ Habibie adalah salah seorang yang menganjurkan Arcandra melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat.
"Apa sih maunya politik ini? Sampai begitu benar. Heran saya. Diberhentikan karena tak penuhi syarat tak apa-apa. Tapi jangan ada embel-embel di belakangnya," ucapnya.
Melihat bagaimana Arcandra diperlakukan, kini banyak orang cerdas Indonesia di luar negeri yang kecewa. "Mereka takut terhadap politik di Indonesia."
Presiden Jokowi sampai saat ini belum bicara apapun ihwal dipanggil lalu dicopotnya Arcandra, hanya meminjam mulut para menteri dan jubirnya.
Kita tunggu bagaimana yang akan dilakukan Presiden Jokowi selanjutnya, seperti apa ternyata moral politiknya.
