Pasukan Peshmerga Kurdi di Irak, telah memulai operasi untuk merebut kembali desa-desa sekeliling Mosul dari militan ISIS.
Para pejabat Peshmerga mengatakan hari Minggu beberapa desa telah diamankan. Kabut asap kelihatan mengepul di daerah tersebut sementara pertempuran berlanjut.
Operasi militer itu adalah satu langkah besar dalam usaha untuk merebut kembali Mosul, kota kedua terbesar Irak, dari ISIS, yang merebut kota itu dua tahun yang lalu.
Mosul adalah dimana pemimpin ISIS Abu Bakr al-Badhdadi memproklamasikan satu “khalifah” tahun 2014, yang mencakup Irak dan Suriah serta bagian-bagian lain kawasan Timur Tengah.
Ribuan warga Suriah dengan gembira kembali ke kota Manbij hari Sabtu (13/8), sehari setelah para pejuang Kurdi memukul mundur para ekstremis ISIS yang tersisa dari markas mereka dekat perbatasan Turki. Manbij adalah satu pusat operasi ISIS dan terletak di jalur logistik penting ke markas besar ISIS, di Raqqa.
Cantik dan Mematikan: Prajurit Prempuan Kurdi Pelumat ISIS

Pasukan bersenjata Kurdi, Peshmerga, juga menerjunkan kaum perempuan buat bertempur di garda terdepan dalam perang melawan ISIS.
Mereka ditakuti, tutur Kolonel Nahida Ahmad Rashid, komandan batalyon perempuan Peshmerga, "karena pejuang ISIS merasa mereka yang mati di tangan perempuan tidak akan masuk surga."
Prajurit perempuan Peshmerga ikut memanggul beban tugas yang sama seperti kaum lelaki. Mereka dikirim dalam misi pengintaian, berpatroli, menjaga pos pengawasan atau rumah sakit. "Satu-satunya perbedaan," kata Kolonel Rashid, sang komandan, "adalah para lelaki memakai senapan yang lebih berat."
Peshmerga yang dalam bahasa Kurdi berarti "mereka yang menatap mata kematian," Sejak dulu sayap militer Kurdi ini bertempur melawan pemerintahan Irak. Sejak jatuhnya rejim Saddam Hussein, wilayah Kurdistan menikmati otonomi dan kemajuan ekonomi. Perempuan yang teremansipasi sudah mengakar dalam tradisi Kurdi
Peshmerga bertempur di front sepanjang 1000 kilometer di utara Irak. Jika dulu rejim Saddam Hussein dianggap sebagai ancaman terbesar, maka kini peran laknat tersebut digantikan oleh ISIS. "Kami disini karena ingin melindungi apa yang telah susah payah kami capai, yakni parlemen, keamanan dan stabilitas," kata Komandan Rashid.
