Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol Dr Anton Charliyan mengatakan, Jawa Barat termasuk salah satu kantong utama pergerakan radikal di Indonesia. Dia berkomitmen menangkal segala bentuk gerakan radikalisme di Jawa Barat.
Menurut Anton, ideologi radikal harus diantisipasi dengan gerakan ideologi lagi. Maka itu, sambung dia, perlu peran semua pihak guna mencegah berkembangnya paham radikal di Jabar.
"Jadi bukan hanya Polri saja yang harus bergerak, tapi seluruh komponen masyarakat, karena Polri lebih kepada penegakan hukum. Ketika ada tantangan ideologi, ini tentu perlu kebersamaan," ujarnya mantan Kadivhumas Mabes Polri ini.
"Gerakan radikal ini kan bukan gerakan berisik, tetapi sesungguhnya sebuah ideologi," kata Anton menambahkan.
"\Nanti akan dibentuk Tim Satgasus Antiradikal. Ini juga termasuk salah satau program Polri, ada yang internal satgas ada juga yang eksternal yaitu terdiri dari seluruh komponen masyarakat. Kalau perlu adakan suatu fatwa disini, karena ini menyangkut akidah, karena akidah itu harus dilawan lagi dengan akidah," tutur Anton kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, (16/12/2016).
AR
