"Tujuh dipulangkan, tiga ditahan," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul, Sabtu (3/11/2016). Tiga Orang yang masih ditahan yaitu Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar.
Martinus menjelaskan Sri Bintang dan dua orang lainnya ditahan sejak Jumat (2/12) pukul 22.00 WIB. Sri Bintang dijerat dengan tuduhan makar. Sedangkan Jamran dan Rizal Kobar dijerat UU ITE.
"Apa barang buktinya, belum bisa saya sampaikan," kata Martinus.
Berikut ini "surat revolusi" yang telah dibuat oleh Sri Bintang Pamungkas:
"Kepada Yth.: Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia d/a Gedung DPR/MPR-RI Jl. Jenderal Gatot Soebroto Jakarta Selatan
Dengan hormat,
Bersama ini, kami dari kelompok Gerakan Nasional People Power Indonesia, yang merupakan gabungan dari beberapa exponen aktivis, sehubungan dengan situasi tanah air sekarang ini, sudah menyampaikan keinginan kami meminta kesediaan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk memanggil Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia guna menggelar Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (SI-MPR RI) sesegera mungkin.
Yaitu, dengan maksud menyelesaikan persoalan-persoalan Negara yang dari hari ke hari semakin berbahaya bagi kelangsungan jalannya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Adapun tujuan akhir dari SI-MPR RI itu adalah untuk menghasilkan Ketetapan-ketetapan MPR-RI yang meliputi:
1. Menyatakan berlakunya kembali Undang-Undang Dasar 1945 Asli di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,
2. Mencabut Mandat Presiden dan Wakil Presiden RI yang sekarang, masing-masing dijabat oleh Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
3. Mengangkat Penjabat Presiden Republik Indonesia yang baru, yang sekaligus menjadi Ketua Presidium Republik Indonesia dengan wewenang menyusun Pemerintah Transisi Republik Indonesia.
Demikian permintaan kami, dengan harapan MPR-RI dapat memenuhinya dengan segera. Terima kasih atas segala perhatian dan kesediaannya.
Hormat saya, Sri-Bintang Pamungkas."
----------
Rachmawati Soekarnoputri cs diamankan polisi, agenda menggeruduk gedung MPR/DPR pun menjadi buyar.
Sekitar pukul 14.20 WIB, di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016) massa buruh terlihat berkumpul meski cuaca masih hujan.
Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi di atas mobil komando mengatakan, aksi demonstrasi yang sedianya digelar, tak jadi dilaksanakan.
"Massa di sini sudah sudah telanjur datang dari daerah masing-masing. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya kita langsung membubarkan diri," ujar Rusdi.
Massa langsung balik kanan usai menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama di kawasan Tugu Tani sekitar pukul 14.25 WIB. Namun, suasana di Tugu Tani yang masih penuh oleh massa aksi damai 2 Desember, membuat massa demo buruh menunggu sejenak.
Pukul 14.45 WIB, mobil komando yang sempat dinaikin Rusdi juga telah balik kanan. Begitu pun dengan Ketua KSPI Said Iqbal tampak telah meninggalkan Tugu Tani.
Menurut sumber intelijen, tadinya diskenariokan rombongan pedemo ini akan menggeruduk ke gedung DPR/MPR, ditambah dengan sebagian massa yang sudah disusupkan di aksi doa di monas.
Akan tetapi, jika katakanlah akhirnya agenda Sidang Istimewa MPR itu bergulir, "Mengangkat Penjabat Presiden Republik Indonesia yang baru, yang sekaligus menjadi Ketua Presidium Republik Indonesia dengan wewenang menyusun Pemerintah Transisi Republik Indonesia." seperti tertera di surat Sri Bintang itu, siapakah yang mempersiapkan diri menjadi Ketua Presidium Republik Indonesia dengan wewenang menyusun Pemerintah Transisi itu?
