Tak ada lagi kehidupan mesum di Kalijodo. Tidak ada lagi prostitusi , premanisme, perjudian dan perdagangan minuman keras. Kekuasaan pentolan Kalijodo, Abdul Azis alias Daeng Azis telah sirna. Sejauh mata memandang, kini terhampar lahan luas yang tengah dalam pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo.
Dulu Daeng Azis sangat ditakuti dan tak tersentuh hukum. Dia punya organisasi preman di Kalijodo yang dikenal dengan nama Anak Macan yang pernah membuat pasukan Front Pembela Islam (FPI) lari tunggang langgang. Pasukan FPI anak buah Habib Rizieq kacau balau tunggang langgang kabur setelah kewalahan menghadapi pasukan Anak Macan binaan Daeng Azis.
Komisaris Besar Krishna Murti menceritakan itu dalam bukunya, Geger Kalijodo.
Menurut Krishna, Anak Macan memiliki struktur organisasi yang rapi. Organisasi ini dibentuk khusus untuk mengamankan lapak-lapak judi di Kalijodo. Ada kekuatan yang terdiri dari seribuan orang yang tergabung dalam Anak Macan.
Bahkan Kombes Krishna pernah mengalami ditodong pistol dan mau ditembak oleh Daeng Azis.
Kesemua itu terjadi sebelum Ahok Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI. Juga Sebelum Jokowi Gubernur.
Ketika Ahok memutuskan dan memerintahkan menggusur kawasan mesum Kalijodo, tentu saja Daeng Azis murka dan mengancam Ahok.
Tapi Ahok tak peduli. "Bongkar, ratakan dengan tanah !" tegas Ahok saat itu.
Kafe milik Daeng Azis, yakni Kafe Intan, adalah bangunan pertama yang dirobohkan Pemprov DKI Jakarta dengan eskavator. Bangunan tiga lantai itu "digempur" eskavator hingga tinggal puing-puing yang berserakan, dalam tempo dua jam.
Penggusuran terus berlanjut hingga sepanjang mata memandang di Kalijodo hanya tersisa puing reruntuhan bangunan, seolah menjadi penanda hancurnya kekuasaan Azis di Kalijodo.
Daeng Azis sudah diciduk dan mendekam di Rumah Tahanan Polres Metro Jakarta Utara. Dia ditahan sebagai tersangka kasus dugaan pencurian listrik untuk Kafe Intan, prostitusi, perjudian dan perdagangan minuman keras ilegal.
Kini pembangunan bekas tempat prostitusi terbesar di Jakarta itu mulai menunjukkan hasilnya, mulai dari lapangan futsal, taman, bangunan serbaguna. arena skateboard berstandar internasional, plaza, forest sculpture, dan area tamasya.
Saat ini, pembangunan fisik plaza dan arena skateboard mulai tampak.

Untuk area plaza, sudah terlihat beberapa kerangka dan tiang bangunan. Area itu juga sudah ditinggikan dan dibuat rapi. Arena skateboard sudah mulai terbentuk.
SR/AF
