Bagi warga muslim DKI yang meyakini bahwa haram memilih Ahok Basuki Tjahaja Purnama, daripada hanya repot soal demo menuntut Ahok dihukum, ada baiknya meluangkan waktu mencermati Agus-Sylviana atau Anies-Sandiaga yang ingin diupayakan terpilih jadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ini sekilas program kedua pasangan cagub-cawagub itu.
Program Agus-Sylviana:
1. Penataan manajemen lalu lintas untuk mencegah kemacetan.
2. Tersedianya fasilitas publik terutama di lembaga-lembaga pemerintahan yang ramah terhadap penyandang disabilitas.
3. Meningkatkan akses dan fasilitas untuk kesejahteraan lansia.
4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur jalan, baik untuk kendaraan bermotor, sepeda, dan pejalan kaki.
5. Menambah feeder untuk transjakarta dan mendorong berdirinya sarana parkir vertikal di lokasi-lokasi tertentu.
6. Mendirikan sosial centre yang mewadahi kebutuhan masyarakat khususnya kaum muda akan olahraga, budaya, dan kreativitas yang terintegrasi dengan konseling untuk kaum muda.
Dengan program aksi tersebut, Agus-Sylviana menyebut waktu yang ditempuh para pengguna jalan raya bisa dihemat antara 10-20 persen dari kondisi saat ini. Hal itu akan menambah waktu produktif untuk kerja dan waktu bersama dengan keluarga.
Program Anies-Sandiaga:
1. Melakukan penertiban dengan sanksi tegas terhadap pengendara yang melanggar rambu-rambu lalu lintas.
2. Menerapkan sistem “buka lebih siang & tutup lebih malam” bagi kantor pemerintah.
3. Menerapkan sistem berbagi kendaraan (carpooling) dengan memberikan kompensasi tunai bagi yang melakukan melalui aplikasi daring.
4. Memberikan jaminan keselamatan dan ketepatan waktu bagi pengguna angkutan umum.
5. Menambah jumlah armada angkutan umum.
6. Mengontrol kelayakan armada angkutan umum.
7. Memberikan potongan harga untuk transportasi umum.
8. Pembangunan infrastruktur yang memadai.
9. Memberlakukan tarif parkir dan pajak tinggi bagi kendaraan bermotor.
10. Percepatan pembangunan moda transportasi massal berbasis rel yang efisien dan lebih terjangkau seperti MRT.
11. Solusi atas kemacetan tidak hanya mengandalkan solusi tradisional, tetapi juga dengan melibatkan publik secara umum, misalnya, a) LSM dalam mengevaluasi dan memberi masukan. b) Mengedukasi stakeholder pengguna mengenai pentingnya menggunakan moda transportasi alternatif yang dapat mengurangi kemacetan.
Dalam file visi-misi yang lebih ringkas, Anies-Sandiaga menjadikan perbaikan lingkungan hidup dan tata ruang Jakarta sebagai salah satu program prioritas.
Di situ ditulis, “Melakukan evaluasi ulang terhadap master plan transportasi Jakarta melalui pelibatan publik dan memastikan pelaksanaan secara benar sesuai proyeksi pertumbuhan kota.”
Penataan Permukiman Menurut Agus dan Anies
Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan sama-sama mengunjungi wilayah pemukiman padat penduduk di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu, 22 Oktober 2016.
Agus yang datang pada siang hari, mengelilingi Kelurahan Jembatan Besi. Sedangkan Anies turun ke wilayah Kelurahan Kali Anyar, pada sore hari. Keduanya sama-sama blusukan, masuk ke dalam gang-gang kecil yang minim pencahayaan matahari.
"Padat tidak harus berarti kumuh. Kami ingin kepadatan ini juga tetap dibarengi dengan upaya menjaga lingkungan, tetap bersih dan higienis. Sehingga mereka dapat tetap hidup dengan nyaman," kata Agus Yudhoyono. Ketika ditanya mengenai cara penataannya, Agus hanya menjawab, "Ada cara-caranya, ada strateginya, akan kami tentukan nanti," ucapnya.
Sedangkan Anies Baswedan mengatakan penataan pemukiman padat penduduk adalah dengan konsep kampung deret. Dia akan mencontoh program Joko Widodo yang telah berhasil membangun kampung deret pertama di kawasan Tambora.
Menurut Anies, penataan harus dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat guna menghindari potensi kebakaran yang kerap terjadi di sana. "Masalah sosial dan lain-lain itu bisa diselesaikan juga, terbangun hubungan baik antar masyarakat. Karena itu RT/RW, majelis talim, diaktifkan dan justru diperkuat," ujar Anies.
Selain itu, Anies juga akan mengajak budayawan, seniman, dan pekerja sosial untuk ikut terlibat menata pemukiman yang diklaim sebagai yang terpadat se-Asia Tenggara itu. Tujuannya, kata dia, supaya kampung terlihat lebih artistik.
