Perusahaan negara yang akan menjadi induk holding BUMN, di sektor pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium Persero (Inalum) yang akan memimpin. PT Pertamina memimpin holding di sektor minyak-gas. Lalu di perumahan ada Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) yang menjadi holding atas PT Pembangunan Perumahan Tbk dan PT Adhi Karya Tbk.
Berikutnya di sektor infrastruktur, PT Hutama Karya dipilih menjadi induk perusahaan dan di sektor jasa keuangan ada PT Danareksa. Terakhir, di bidang pangan, pemerintah menunjuk Perum Bulog menjadi holding di antara PT Sang Hyang Sri, PT Pertani, pabrik gula rafinasi, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.
Seusai rapat terbatas tentang holding BUMN di Kantor Presiden, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan, perusahaan yang menjadi induk holding memiliki komposisi saham 100 persen milik negara.
Salah satu yang akan dibenahi ialah Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada BUMN dan Perseroan Terbatas.
Dalam rapat terbatas penggabungan BUMN, Presiden Jokowi ingin perusahaan negara bisa bersaing secara global.
"Kami ingin memperkuat BUMN sehingga bisa keluar kandang. Bisa jadi perusahaan berkelas dunia," ucap Jokowi
