Kesepakatan yang menuntut koordinasi penuh antara militer AS dan militer Rusia termasuk kekuatan pertukaran intelijen di Suriah, bagi Moskow itu sama saja memaksa Assad untuk tidak menerbangkan angkatan udaranya
Koresponden CBS News Margaret Brennan melaporkan, bahwa Amerika Serikat dan Rusia selangkah lebih dekat dalam menyelesaikan perjanjian utama yang menyerukan kerjasama militer dan intelijen di Suriah, dengan imbalan Rusia setuju menekan Presiden Bashar al-Assad untuk menahan diri dari menyerang wilayah berpenduduk sipil dan agar bantuan kemanusiaan seperti bantuan makanan dan medis dengan mudah mengalir ke daerah yang terkena dampak
Berdasarkan proposal yang diajukan, AS dan Rusia akan melakukan koordinasi serangan udara terhadap Daesh (ISIS) serta teroris al Qaeda termasuk kelompok bekas front al-Nusra. Sedengkan Amerika Serikat dan Rusia akan bersama-sama mengambil alih kampanye udara terhadap kelompok-kelompok teroris di Suriah yang selama ini dilakukan oleh Angkatan Udara Suriah.
Dalam usulan tersebut juga dikatakan, Angkatan Udara Suriah akan di grounded demi mencegah kerusakan yang serius terhadap kelompok-kelompok pemberontak Suriah yang didukung AS.
Tindakan yang namppaknya memperbaiki titik utama pertentangan antara Amerika Serikat dan Rusia mengenai apa yang disebut pemberontak 'moderat' sekarang mereka sendiri menemukan kaitan dengan afiliasi al-Qaeda yang baru, yang sebelumnya dikenal dengan nama Front al-Nusra di bawah kelompok payung apa yang disebut Tentara Penakluk. Serangan udara Rusia terhadap sasaran al-Nusra seringkali dilakukan atas dasar pengawasan yang sangat cermat karena punya jalinan dengan aliansi anti-Assad.
Washington tampaknya berkeinginan mencegah konflik yang semakin meluas di Suriah setelah Turki masuk ke dalam konflik Suriah dengan kampanye udara dan darat untuk mencekik pemberontak Kurdi YPG dukungan AS. yaitu kelompok yang memberikan akomodasi kepada Pasukan Khusus AS untuk mencegah bahaya terjadinya baku tembak yang tak disengaja diantara negara-negara sekutu yang sedang memerangi ISIS
Pemerintahan Obama juga menemukan dirinya menghadapi perpecahan kepatuhan dalam upaya untuk menopang pemberontak anti-Assad saat berperang melawan Daesh (ISIS) dengan Front al-Nusra yang menempati ruang dalam koalisi melawan Presiden Suriah sehingga ada kecanggungungan dalam menjembatani kekuatan-kekuatan ini dengan Daesh.
Sementara Amerika Serikat menganggap al-Nusra sebagai organisasi teroris dan tidak memberikan senjata kepada mantan afiliasi al-Qaeda, Para pejuang ini seringkali justu menerima manfaat turunan dari bantuan AS kepada para pemberontak.
Untuk menyelaraskan dengan pemberontak anti-Assad, Amerika Serikat juga terlibat dalam kampanye pemboman sengit terhadap sasaran al-Nusra meskipun kelompok ini bertindak sebagai garda depan dalam upaya pemberontak dukungan AS mematahkan pengepungan Aleppo.
Lingkungan zona perang yang kompleks di Suriah telah meninggalkan banyak pihak bertanya-tanya siapa sajakah mereka yang berjuang dan bersama aliansi mana mereka berjuang? benar-benar tak terbayangkan bagaimana terbentuknya pihak-pihak yang berbeda dalam perjuangan.
Negosiasi adalah salvo akhir pemerintahan Obama untuk mencegah lonjakan kematian di Suriah dan membendung aliran pengungsi ke Eropa pada saat konflik mendekati titik puncaknya.
Upaya diplomasi tampaknya dipimpin oleh pergerakan sayap moderat di Departemen Luar Negeri termasuk Sekretaris John Kerry yang memberikan penghargaan yang lebih besar bagi peran Rusia di Suriah
Kesepakatan itu, jika sudah selesai akan menempatkan Presiden Rusia Vladimir Putin kembali ke status pemain global menurut analisis CBS News.
Sadarudin
Sumber: CBS News




