• HOME
  • NEWS & FEATURES
    • OPINI
    • FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • ENTERTAINMENT
    • SPORT
    • XLINK
      • DETIK
      • TEMPO
      • KOMPAS
      • BBC
      • DW
      • VOA
      • NATIONAL GEOGRAPHIC
      • YOUTUBE

Utang Rp 2,3 Triliun TVOne, ANTV, Vivanews

Hillary Clinton Mengalami Radang Paru-paru

Arab Saudi Setujui Penambahan Kuota Haji Indonesia

Makanan Pokok 1,3 Miliar Warga Tiongkok

Menyerang Ahok dengan SARA, Apakah Bagian dari Demokrasi?

Category Category: NASIONAL

Cara mahasiswa Universitas Indonesia yang membuat video penolakan Gubernur DKI Jakarta Ahok Basuki Tjahaja Purnama 'kafir' dianggap pengamat pendidikan sebagai satu hal yang salah karena 'tabu' membicarakan SARA secara terbuka di Indonesia.


Pengamat pendidikan Arief Rahman mengatakan, "isu SARA, (Suku, Agama, Ras, Adat) dalam pembinaan Pancasila tabu untuk diutarakan secara terbuka, sebabnya pemilihan itu harus merdeka, bebas dan rahasia."

Sebelumnya UI menegaskan video Boby yang menghimbau agar masyarakat tidak memilih Ahok pada Pilkada 2017, bersifat ilegal.

"Jadi dia pilih menurut keyakjinan dia (dalam pemilu). Tapi mahasiswa itu mengutarakan dan dia melanggar kehidupan bernegara. Saya setuju dia minta maaf karena pernyataan dia tak boleh terbuka. Pilihan adalah keyakinan, keputusan saya dan hak saya. Hanya saya tak boleh membicarakan," tambah Arief.

Alasan menolak dari sisi lain selain SARA, tambah Arief, seperti misalnya bahasa yang kasar, bisa dilontarkan.

"Jangan pilih pemimpin yang kasar karena bahasanya....kita bisa menilai karena tak santun misalnya, itu bisa diungkapkan. Tapi bila karena rasnya berbeda tak bisa diterima di Indonesia," kata Arief yang juga seorang penatar Pancasila.

Humas UI Egia Tarigan mengatakan, teguran lisan yang ditetapkan kepada Boby "telah sesuai prosedur pelanggaran tata tertib" namun menyatakan tetap menampung "masukan dan aspirasi dari masyarakat termasuk dari Pak Ahok." Egia juga mengatakan berdasarkan Majelis Wali Amanat UI, pelanggaran peraturan tata tertib ini dapat dikenai sanksi maksimal dikeluarkan dari universitas.

Berbagai komentar melalui sosial media menanggapi tanggapan Ahok ini juga mengangkat isu rasisme mahasiswa itu.

Akun atas nama Mimi Mikha melalui Facebook menulis, "Model kayak gini bahaya kalau jadi pemimpin...rasis gak ada tempat di NKRI," sementara Abe Fendy mengatakan, "Kenapa harus dikecam? Namanya juga demokrasi?" dan ditanggapi singkat Arie Julian Danuatmadja dengan, "Rasis woy dia rasis."

mahasiswa tolak ahokImage copyrightGEMA PEMBEBASAN
Image captionMahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang menyatakan menolak Ahok sebagai pemimpin kafir.
 

Dalam video dengan latar Rektorat UI di Depok, Boby, mahasiswa yang mengatasnamakan diri dari Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Universitas Indonesia mengatakan, "Ahok bukan hanya sekedar kafir, tapi dia juga menzalimi masyarakat."

Perdebatan soal kafir

 

Namun video tolak Ahok dalam akun Facebook Gema Pembebasan bukan hanya dari Boby namun juga dari Febi Rizki Rinaldi dari Universitas Negeri Jakarta yang juga menyebut alasan 'kafir' di balik penolakan.

twitter



Video penolakan Ahok ini banyak dikecam di media sosial, termasuk melalui Facebook dari akun Yanto Subianto yang menulis, "Sebegitu parahkan ciptaan Alloh yang bernama kafir ini? Apakah sudah yakin yang mengatakan orang lain kafir pasti masuk surga?" dan Dion Hadi Prasojo yang mengatakan, "Kapan Indonesia akan maju jika cara pola pikirnya terus begitu. Apa lagi yang jadi topik agama dan ras."

Indra Gunawan, juga melalui Facebook menulis, "Jangan buat malu umat Muslim kau Bro, apa enggak kau liat pemimpin yg di penjara itu, Muslim apa kafir."

Melalui Twitter, Rory ‏@daviddhikroryn menulis singkat, "Status mahasiswa hanya sebatas kulit, tapi mental dan karakternya kaya taman kanak kanak."

Namun sejumlah pengguna lain mendukung termasuk Abi nya AlmAs ‏@shahfahrulrozi yang menulis, "Mahasiswa memiliki idealisme, tau mana yg mengancam demokrasi. Ahok sudah ga layak."

Kir
mahasiswa ui tolak ahokImage copyrightGEMA PEMBEBASAN
Image captionMahasiswa UI yang membuat video menolak Ahok telah meminta maaf.
 
 
BBC / Nina Fitri
ShareThis

Utang Rp 2,3 Triliun TVOne, ANTV, Vivanews

Hillary Clinton Mengalami Radang Paru-paru

Arab Saudi Setujui Penambahan Kuota Haji Indonesia

Amerika Serikat Menuju Kehancuran Finansial Total

Mereka Meyakini Dewa Tertinggi itu Bernama Allah

Mereka Meyakini Dewa Tertinggi itu Bernama Allah

Saya Setuju Tes DNA, Kata Ario Kiswinar Merespons Tantangan Mario Teguh

Saya Setuju Tes DNA, Kata Ario Kiswinar Merespons Tantangan Mario Teguh

Tidak Ada Perintah Tuhan Kepada Ibrahim Untuk Menyembelih Anaknya

Tidak Ada Perintah Tuhan Kepada Ibrahim Untuk Menyembelih Anaknya

.

  • facebook
  • google+
  • twitter
  • tumblr
  • Linkedin

Utang Rp 2,3 Triliun TVOne, ANTV, Vivanews

Hillary Clinton Mengalami Radang Paru-paru

Arab Saudi Setujui Penambahan Kuota Haji Indonesia

Makanan Pokok 1,3 Miliar Warga Tiongkok

Sebagian dari 229 Jemaah Haji yang Ditangkap di Arab Saudi Bakal Dideportasi

Ledakan Besar di Makassar, Puluhan Rumah dan Toko Rusak

Bentrokan Berdarah Dipicu Bupati Merampas Hak Pewaris Raja Gowa

Dalang Konflik Suriah, Rusia dan Amerika Serikat Berdamai

Reklamasi Pulau G Lanjut atas Arahan Jokowi, Luhut Cuma Bumper

Mereka Meyakini Dewa Tertinggi itu Bernama Allah

Mereka Meyakini Dewa Tertinggi itu Bernama Allah

Saya Setuju Tes DNA, Kata Ario Kiswinar Merespons Tantangan Mario Teguh

Saya Setuju Tes DNA, Kata Ario Kiswinar Merespons Tantangan Mario Teguh

Romo Yang Gemar Melintas Batas

Gatot Brajamusti dan Ritual Uh-oh-ihnya dengan Wanita

Gatot Brajamusti dan Ritual Uh-oh-ihnya dengan Wanita

Mahfudz Siddiq yang Enak eh Saya yang Diomelin, Kata Mahfud MD

Amerika Serikat Menuju Kehancuran Finansial Total

Tidak Ada Perintah Tuhan Kepada Ibrahim Untuk Menyembelih Anaknya

Tidak Ada Perintah Tuhan Kepada Ibrahim Untuk Menyembelih Anaknya

Anda Orang Jakarta atau Makassar?

Benarkah Paranoid Bisa Mengantarkan Anda Menuju Sukses?

Gaya Hidup Tepat Waktu Bangsa Swiss

Gaya Hidup Tepat Waktu Bangsa Swiss

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • NASIONAL

We have 181 guests and no members online

Powered by Helix
Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates
Goto Top
  • HOME
  • NEWS & FEATURES
    • OPINI
    • FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    •  
    • XLINK
      • DETIK
      • TEMPO
      • KOMPAS
      • BBC
      • DW
      • VOA
      • NATIONAL GEOGRAPHIC
      • YOUTUBE