• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
Menu
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SPORT
  • ENTERTAINMENT
  • SAINSTEKNO
  • GAYA
  • PSIKOLOGI & KESEHATAN
  • PERSONA
  • RILIS
  • FEATURES
  • OPINI

Australia Bangun Masjid Kontemporer, Keren

Follow @GALABERITA
Category Category: FEATURES

Australia membangun mesjid kontemporer pertama di Melbourne. Dengan desain transparan, masjid ini bertujuan mengubah sikap dan pandangan skeptis terhadap Islam


Publik Australia memandang skeptis komunitas Muslim sejak aksi teror oleh kelompok radikal dengan mengatasnamakan Islami melanda. Untuk menepis pandangan negatif itu, di kota Melbourne dibangun sebuah masjid yang mengusung klaim: Masjid Kontemporer Pertama di Australia.

Masjid yang didesain arsitek kenamaan Glen Murcutt itu dimaksudkan sebagai tawaran yang membuat agama Islam lebih transparan bagi kelompok non Muslim di Austraiia. "Kami merancang Masjid menjauh dari tradisi Arab yang membuat sekat, kotak dan pembatasan. Masjid terbuka seluruhnya yang mencerminkan keterbukaan seluruh warga Australia," ujar sang arsitek.

 



Masjid kontemporer yang masih dalam tahap pembangunan dan diharap selesai 2017 itu didesain tidak punya minaret atau menara, ornamen-ornamen tradisional Arab diganti dengan lampu kaca warna-warni dan strukturnya terbuka ke segala arah.

Terbuka dan transparan

Hakan Elevli desainer masjid kontemporer menjelaskan tujuan dari keterbukaan itu: "Saat beribadah di dalam masjid, semua terbuka dan semua orang bisa melihat ibadah kita. Jadi bisa terlihat, di sana tidak ada atmosfir ancaman."

Hakan juga menjelaskan, desain lampu warna-warni akan disesuaikan dengan waktu shalat. Saat shalat Maghrib dan Isa, warna merah akan mendominasi. "Sementara saat subuh, warna cahaya keemasan yang meliputi ruangan masjid," ujar Hakan.

Arsitek Glen Murcutt juga menjelaskan, desain arsitektur masjid mencerminkan kebutuhan agar Islam lebih banyak jadi bagian keterbukaan. "Australia menjedi indah karena kontribusi beragam budaya. Jadi, mengepa Islam tidak bisa menjadi salah satu kontributornya?" ujar Murcutt.

Proyek masjid kontemporer, baik dari bentuk arsitektur maupun desain interion masjid itu, secara senada disebutkan, diharapkan bisa membantu meredam ketakutan atau kecurigaan terhadap Islam. Untuk menegaskan, betapa keterbukaan dan transparansi diterapkan pada pembangunan masjid, proses desainnya bisa dilihat semua orang di National Gallery of Victoria.
 
 
DW / Siti Rahmah
Follow @GALABERITA
Follow @GALABERITA

Pasukan Kurdi Mulai Operasi untuk Rebut Mosul dari ISIS

Harga Pertamax Turun hingga Rp 300 di Luar Jawa

Program Naik Bajaj Gratis di Jakarta

Warga Suriah Rayakan Hengkangnya ISIS dari Kota Manbij

Paspor Ganda Menteri Archandra

Pasukan Kurdi Mulai Operasi untuk Rebut Mosul dari ISIS

Harga Pertamax Turun hingga Rp 300 di Luar Jawa

Program Naik Bajaj Gratis di Jakarta

Warga Suriah Rayakan Hengkangnya ISIS dari Kota Manbij

Paspor Ganda Menteri Archandra

Kemudahan Kredit Rumah untuk Karyawan BUMN

WNI Jadi WNA atau WNA Jadi WNI, Mungkinkah WNA Merangkap WNI?

Dear Pak Jokowi, Dual Citizenship Will Bring the Benefits

Panglima Besar Dalam Tandu Itu Dikira Sri Sultan

Risma Tolak Jabatan Menteri dan akan Tolak jadi Cagub DKI

Menteri Muslim Swedia Mengundurkan Diri

Biarkan Wanita Pakai Rok Mini, Kata Presiden Kyrgyzstan

Pria-pria di Iran Berhijab, Aksi Solidaritas pada Kaum Perempuan #MenInHijab

Pacaran 4 Jam, Pasangan Cina Langsung Menikah

Sedan Sport Canggih BMW Rp 3,5 M

Karen Cobb, Wanita 52 Tahun Bertubuh Atletis

Banyak Dibaca

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

PayTren, Aplikasi Bertransaksi dari Bandung yang Mulai Mendunia

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Ingin Awet Muda, Olahraga dan Kurangi Berat Badan

Mau Langsing? Ini 4 Cara Aktifkan Hormon Penurun Berat Badan

Beli Mobil Honda Bisa Dicicil Rp 1 Juta per Bulan, DP Rp 20 Juta

Ada Korelasi antara Gen dan Kebahagiaan Seseorang

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Saat Bangunan Intelektual Rumi Terkoyak, dan Tenggelam di Dunia Sufi

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • FEATURES
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC