Syahrul Yasin Limpo dicopot dari jabatan Ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar.
DPP Golkar menunjuk Nurdin Halid sebagai pelaksana tugas Ketua Golkar Sulawesi Selatan. Nurdin saat ini juga menjabat sebagai Ketua Harian DPP Golkar.
Syahrul mengatakan Nurdin telah datang menemuinya. Dalam pertemuan itu, kata Syahrul, Nurdin meminta izin sekaligus menyampaikan keputusan dari DPP Golkar. "Tapi saya belum mendapat surat keputusan secata tertulis," ujar Gubernur Sulawesi Selatan itu.
Syahrul mengatakan Nurdin telah datang menemuinya. Dalam pertemuan itu, kata Syahrul, Nurdin meminta izin sekaligus menyampaikan keputusan dari DPP Golkar. "Tapi saya belum mendapat surat keputusan secata tertulis," ujar Gubernur Sulawesi Selatan itu.
Pencopotan itu dilakukan di saat Golkar Sulawesi Selatan tengah mempersiapkan pelaksanaan musyawarah daerah (musda). Semula, Golkar Sulawesi Selatan menjadwalkan pelaksanaan Musda pada 31 Agustus. Tapi dengan adanya keputusan DPP Golkar itu, pelaksanaan Musda belum ditentukan.
"Ini adalah keputusan pimpinan pusat. Kami terima dan berharap yang terbaik terhadap Golkar," kata Syahrul, Selasa 30 Agustus 2016.
Syahrul mengatakan memang sudah waktunya dia diganti. Alasannya, masa waktu kepengurusan telah berakhir dan DPP Golkar tidak memperpanjang jabatannya.
"Ini adalah keputusan pimpinan pusat. Kami terima dan berharap yang terbaik terhadap Golkar," kata Syahrul, Selasa 30 Agustus 2016.
Syahrul mengatakan memang sudah waktunya dia diganti. Alasannya, masa waktu kepengurusan telah berakhir dan DPP Golkar tidak memperpanjang jabatannya.
Syahrul mengatakan dirinya telah berhasil menata Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
Menurut dia, tidak jadi masalah bila pengurus pusat menunjuk pelaksana tugas Ketua Golkar Sulawesi Selatan. "Saya happy-happy aja. Yang penting kader tetap solid."
Menurut dia, tidak jadi masalah bila pengurus pusat menunjuk pelaksana tugas Ketua Golkar Sulawesi Selatan. "Saya happy-happy aja. Yang penting kader tetap solid."
Doni Zakaria
