Target penerimaan pajak dari tax amnesty yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp165 triliun, Ekonom Faisal Basri tidak yakin bahwa jumlah tersebut akan tercapai, sekalipun ada Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku call center 1500-745 untuk pelayanan Tax Amnesty masih kurang memuaskan.
"Ini sebenarnya saya coba sendiri saluran untuk mendapatkan informasi detail saya coba 1500-745 waktu itu sampai 15 kali telepon enggak masuk - masuk juga," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta (22/8)
Mantan Direktur Pelaksana World Bank ini menceritakan, dia banyak mendapat pengaduan dari beberapa Wajib Pajak (WP) yang mengeluhkan layanan call center tersebut sulit dihubungi. Setelah dicoba, dirinya ternyata memang benar call center untuk Tax Amnesty sulit dihubungi.
Hingga saat ini perolehan tax amnesty baru sekitar Rp 2 triliun, masih jauh dari target Rp 165 triliun. Di sisi lain perolehan kas negara dari cukai rokok Rp 140 triliun lancar jaya. Kalau target tax amnesty meleset, bebankan saja kepada para perokok Indonesia, naikkan tarif cukai rokok.
"Kalau kami bedah, kontribusi dari cukai (rokok sekitar) Rp 140 triliun. Berbanding terbalik dari kontribusi dividen BUMN yang lebih dari 100 BUMN hanya Rp 37 triliun," ujar Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan (25/8/2016).
Pernyataan itu dilontarkan dalam rapat kerja antara Komisi XI dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo yakin dengan naiknya harga rokok tidak serta merta menghentikan kebiasaan rakyat untuk merokok. ”Perokok pastinya akan tetap merokok meski mahal," katanya.
Jika dikaitkan dengan kesehatan, Bambang Haryo menampik akan mempengaruhi usia seseorang.”Merokok tidak membuat usia orang pendek. Justru relaksasi yang didapat. Rata-rata perokok berumur panjang karena tingkat stresnya rendah dan merasa lebih rileks,” ucapnya.
