Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta Mohamad "Ongen" Sangaji mengatakan, "Saya haqqul yakin ya 10 hari ke depan di antara 7 partai yang kemarin kumpul, ada dua partai yang merapat ke kita," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai juga mengatakan hal yang sama. Yorrys mengatakan, tiga partai pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama semakin solid.
Bahkan, Yorrys yakin partai pendukung Ahok justru akan bertambah. "Kita makin solid saja, saya masih punya keyakinan mungkin akan ada partai politik yang bergabung mendukung Ahok," ujar Yorrys.
Di balik hiruk pikuk di permukaan, ada Sunny Tanuwidjaja yang bergerak luwes berkomunikasi dengan para penentu di partai-partai politik. Tentu saja Sunny tidak tangan kosong, dia disupport oleh sejumlah kekuatan bisnis besar.
Gubernur DKI Jakarta Ahok Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan kedekatannya dengan Sunny Tanuwidjaja yang merupakan penasehat politiknya.
Menurut Ahok, hubungannya dengan Sunny sudah seperti seorang teman. Hubungan itu terjalin sejak awal perkenalan pada 2009.
Sunny awalnya dekat dengannya karena "penasehat politik" Ahok itu sedang menulis disertasi untuk gelar doktoralnya di Department of Political Science, Northern Illinois University, Amerika Serikat.
"Dia mau bikin tesis, lama-lama kita kaya temen saja, kan. Dia datang, kita enggak bayar dia gaji. Aku bilang sih dia lebih condong kaya temen. Bisa saja orang sebut staf khusus karena sering bolak-balik ke sini," kata Ahok.
Sunny dikenal memiliki loyalitas tinggi pada Ahok. Bahkan sebelum Ahok memutuskan akan maju menjadi wakil gubernur pun, Sunny sudah ikut bersamanya.
Sunny, kata Ahok, terkesan dengan gaya berpolitik Ahok. Saking dekatnya, Sunny pernah mengundang Ahok ke Amerika.
"Dia undang saya ke Amerika, 2010 saya baru berangkat ke Amerika. Waktu saya bilang mau cawagub DKI, dia pengen lihat.” kata Ahok.
Setelah itu, Sunny mengatur jadwal keseharian Ahok pada 2012 lantaran saat itu Ahok tak memiliki staf, termasuk saat bertemu Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
Pilkada selesai dan Ahok terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pada 2014, kariernya menanjak menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang menjadi Presiden RI.
Sunny tetap dekat dengan Ahok, tapi ia menolak menyebut Sunny sebagai stafnya.
Ahok juga menyebut Sunny juga dekat dengan bos Sinar Mas, Franky Widjaja. Franky adalah anak dari Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group. Dan istri Franky adalah sepupu Sunny.
Ahok mengatakan hingga saat ini Sunny masih menjabat menjadi Direktur Eksekutif Centre for Democracy and Transparency (CDT).
CDT merupakan lembaga kajian ilmiah dan opini publik yang didirikan oleh Ahok. "Saya kan tidak boleh lagi pegang ormas, jadi saat dia datang dan bilang mau ambil doktor ilmu politik, ya saya kasih semua LSM ke teman-teman saya," kata Ahok.
"Sekarang beliau lebih banyak berkomumikasi dengan parpol ya." ungkap Ahok tentang penasehat politiknya, Sunny Tanuwidjaya.
