Korea Utara telah meluncurkan rudal balistik menuju Laut Jepang, dilaporkan mendarat pertama kalinya di dekat wilayah perairan Jepang
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Korea Selatan mengutip pernyataan Kepala Staf Gabungan, rudal itu diluncurkan dari daerah di Korea Utara, Selatan Provinsi Hwanghae pada pukul sekitar 7:50 waktu setempat, Rabu 3 Agustus atau (2250 GMT Selasa).
Korea Utara melakukan peluncuran rudal balistik keempat dalam dua pekan terakhir dengan demikian Pyongyang secara terbuka menantang resolusi Dewan Keamanan PBB.
Proyektil, lepas dari rudal jarak menengah jenis Rodong, terbang sekitar 1.000 kilometer (621 mil) menuju perairan lepas pantai timur Korea Utara, menurut pernyataan itu.
Peluncuran rudal ini menunjukkan ambisi Pyongyang untuk "secara langsung dan secara luas menyerang negara-negara tetangga dan menargetkan beberapa tempat di Republik Korea seperti pelabuhan dan lapangan terbang," tambahnya.
Menurut Menteri Pertahanan Jepang Gen Nakatani, rudal itu diperkirakan telah mendarat ke zona ekonomi ekslusif (ZEE), sekitar 250 kilometer (155 mil) di lepas pantai utara laut Jepang pada 08:05, Rabu (2305 GMT Selasa).
Jepang dengan cepat bereaksi dengan mengeluarkan kecaman terhadap langkah yang dilakukan oleh Korea Utara.
"Ini ancaman serius terhadap keamanan negara kami. Ini adalah tindakan keterlaluan yang tidak bisa ditoleransi," kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kepada wartawan sesaat setelah peluncuran.
Sekretaris Kabinet Jepang, juru bicara utama pemerintah Yoshihide Suga, mengeluarkan kecaman keras atas tindakan Korea Utara.
"Tidak ada peringatan dini, dari perspektif keamanan pesawat dan kapal, itu adalah tindakan yang sangat bermasalah, berbahaya. Kami segera meluncurkan protes keras terhadap Korea Utara dan mengutuk (peluncuran) dalam bahasa yang sangat kuat "melalui saluran diplomatik, katanya
Inawati S.
Sumber: Press TV




