Banyak yang kaget dan merasa kehilangan ketika mendengar kabar wafatnya Adi Sasono. Adi Sasono yang lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 16 Februari 1943 (73 tahun) dikenal sebagai tokoh LSM dan berbagai aktivitas kemasyarakatan lainnya.
"Mas Adi Sasono adalah guru kami semua. Bukan main perhatian dan komitmennya pada ekonomi kerakyatan. Itu sebabnya kenapa beliau pernah dituduh sebagai the most dangerous man. Kalangan borjuis khawatir atas kemunculannya sebagai pemimpin politik." ungkap Priyo Budi Santoso, Sekertaris Dewan Kehormatan Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)
Keluarga besar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menyatakan rasa duka cita atas meninggalnya mantan Menteri Koperasi dan UKM Adi Sasono.
Ketua umum ICMI Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa sosok Adi Sasono merupakan seorang tokoh panutan di bidang kepemimpinan dan gerakan ekonomi kerakyatan yang gigih serta konsisten.
"Kita semua sebagai bangsa merasa kehilangan seorang tokoh panutan di bidang kepemimpinan dan gerakan ekonomi. Kita doakan yang terbaik untuk almarhum," ujar Jimly.
Politisi senior Golkar Ginandjar Kartasasmita menyatakan kesedihan yang mendalam dan sangat kehilangan sahabatnya.
"Beliau adalah sahabat, teman seperjuangan dan rekan yang setia, yang cinta serta mengabdikan seluruh hidupnya bagi bangsa dan negara yang dicintainya. Beliau adalah pejuang keadilan dan pahlawan ekonomi rakyat. Kita semua kehilangan beliau," ungkap Ginandjar.

Adi Sasono adalah salah seorang pendiri ICMI bersama BJ Habibie dan tokoh lainnya. Juga tokoh dan guru kepemimpinan di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI), dan Pelajar Islam Indonesia (PII)
GBC
