• HOME
  • NEWS & FEATURES
    • OPINI
    • FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • XLINK
      • DETIK
      • TEMPO
      • KOMPAS
      • BBC
      • DW
      • VOA
      • NATIONAL GEOGRAPHIC
      • YOUTUBE
    • ENTERTAINMENT

Dalam 8 Bulan, Rusia Jual Senjata Senilaii 7 Miliar Dolar AS

Menyerang Ahok dengan SARA, Apakah Bagian dari Demokrasi?

Dik Jokowi, yang Rekomendasikan Kamu Siapa toh, Kata Megawati

Presiden Obama Calonkan Seorang Muslim Pertama Jadi Hakim Federal

Putin Sebut Demokrasi Barat Biang Terorisme dan Negara Gagal

Category Category: INTERNASIONAL

Presiden Rusia meningkatkan kecamannya terhadap kebijakan luar negeri yang cenderung campur tangan (intervensionis) lantaran perubahan masyarakat menuju masyarakat demokratis harus dimulai di tingkat dasar dari dalam bukannya disampaikan oleh pembebas dari luar.

 

Presiden Putin dalam wawancara dengan Bloomberg di Forum Ekonomi Timur berpendapat bahwa berbagai peristiwa selama satu setengah dekade terakhir menunjukkan, bahwa bangunan teori i kebijakan luar negeri Barat adalah intervensi kemanusiaan, perang pembebasan dan upaya luar untuk meningkatkan kekuatan oposisi terhadap kondisi otokratis sehingga menjadi lahan subur bagi berkembangbiaknya terorisme dan mendestabilisasi negara dan bangsa. 

 

Kasus Irak, Libya dan Suriah merupakan contoh grafis yang paling menonjol

 

"Saya selalu berpendapat  dan memperingatkan Barat bahwa anda tidak dapat mengubah rezim politik dan perubahan kekuasaan,dari luar," kata Putin.

 

"Dan saya yakin berbagai peristiwa dalam dekade terakhir menambah kepastian ini, khususnya upaya demokratisasi di Irak, Libya, kita lihat apa yang sedang terjadi kerusakan sistem negara dan munculnya terorisme."

 

Presiden Rusia sendiri menghadapi tantangan dari para pemikir kebijakan luar negeri Barat yang mengaku mendukung teori intervensi luar untuk memfasilitasi dan meningkatkan budaya demokratisasi seperti para pemikir dari Open Society Foundations pimpinan George Soros

 

'George Soros banyak berinvestasi di media oposisi dan entitas dalam Rusia di Moskow melihat sebagai upaya terselubung untuk mengacaukan pemerintah. kasus yang sama menimpa rezim Viktor Yanukovych, pemimpin yang terpilih secara demokratis di Ukraina, rezimnya digulingkan oleh kekuatan yang sama "kolom kelima". Bocornya dokumen George Soros menunjukkan bahwa miliarder kelahiran Hungaria itu pada akhirnya ketahuan memberikan dukungan pendanaan

 

"Apakah anda melihat unsur-unsur demokrasi di Libya? Mungkin mereka suatu hari akan mengembangkan, mudah-mudahan Atau apa yang terjadi dengan perang sipil yang sedang berlangsung di Irak ?. Bagaimana masa depan Irak secara umum menjadi ppertanyaan besar," kata Putin.

 

Dalam menata kasusnya . . "Hal yang sama berlaku untuk Suriah Setiap kali kita mendengar bahwa 'Assad harus lengser' (karena seseorang dari luar percaya begitu), saya tidak bisa berhenti bertanya-tanya: apa yang terjadi selanjutnya? Bukankah lebih baik untuk menghangatkan diri dengan kesabaran dan mempromosikan perubahan struktural dalam masyarakat? "

 

Gagasan yang muncul dengan kekuatan penuh untuk mengupayakan perubahan rezim di Irak dan Libya merupakan gagasan mantan Presiden George W. Bush menyerukan kampanye militer dalam upaya untuk "membebaskan rakyat Irak" dari despotisme diktator kekerasan Saddam Hussein. Sebuah motif animasi yang sama, mendorong pemerintahan Obama, mendukung upaya dipelopori oleh mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, untuk memaksa perubahan rezim di Libya agar pasukan pro-demokrasi bisa memimpin negeri iitu, Tetapi yang terjadi justru tercipta negara gagal yang selanjutnya dikendalikan oleh teroris Daesh (ISIS).

 

Berbicara tentang demokrasi dari kedalaman despotisme, Putin mengatakan "Perubahan rezim tak bisa terjadi hari ini atau besok, tapi mungkin di situlah letak kebijaksanaan politik: seperti memegang kuda agar tidak melompat ke depan, namun secara bertahap mmeakukan langkah -langkah menuju perubahan struktural, Dalam konteks ini menyesuaikan dengan sistem politik di masyarakat. "

 

Argumen Presiden Rusia masuk akal bahkan di bawah teologi politik Barat yang didasarkan pada gagasan supremasi hukum dan kebebasan berbicara sebagai prasyarat utama membangun kepercayaan terhadap institusi.

 

 

Dodo Aditya.

 

Sumber: Sputnik

ShareThis

Dalam 8 Bulan, Rusia Jual Senjata Senilaii 7 Miliar Dolar AS

Menyerang Ahok dengan SARA, Apakah Bagian dari Demokrasi?

Pengalaman Pahit dalam Usia 20 Tahunan

Dik Jokowi, yang Rekomendasikan Kamu Siapa toh, Kata Megawati

Presiden Obama Calonkan Seorang Muslim Pertama Jadi Hakim Federal

Arab Saudi Batalkan Ratusan Proyek Bernilai Puluhan Milyar Dolar

KTT ASEAN ke-29 di Laos Memasuki Hari Kedua

.

  • facebook
  • google+
  • twitter
  • tumblr
  • Linkedin

Dalam 8 Bulan, Rusia Jual Senjata Senilaii 7 Miliar Dolar AS

Menyerang Ahok dengan SARA, Apakah Bagian dari Demokrasi?

Dik Jokowi, yang Rekomendasikan Kamu Siapa toh, Kata Megawati

Presiden Obama Calonkan Seorang Muslim Pertama Jadi Hakim Federal

Arab Saudi Batalkan Ratusan Proyek Bernilai Puluhan Milyar Dolar

KTT ASEAN ke-29 di Laos Memasuki Hari Kedua

Apple akan Perkenalkan iPhone 7 Terbaru

Soal Pistol, Gatot Brajamusti akan Dikonfrontir dengan Ary Suta

Cegah Penyebaran Virus Zika, WHO Perkuat Panduan Seks Aman

Pengalaman Pahit dalam Usia 20 Tahunan

Sunat Perempuan di Indonesia, Tradisi atau Ajaran Agama?

Sisa-sisa Sosialisme Utopia di Moskow

Anak Indonesia 12 Tahun, Mahasiswa Termuda University of Waterlo Kanada

Hiperbola Boris Johnson: Uni Eropa adalah Gagasan Hitler

Hiperbola Boris Johnson: Uni Eropa adalah Gagasan Hitler

Kepribadian Manusia Bisa Terlihat Dari Struktur Air Mata

Penyelenggaraan Ibadah Haji Tidak Steril dari Politik

Menjangkau Masyarakat Termiskin Indonesia

Keunggulan Android Nougat, Sistem OS Baru Google

Om Erdogan sempat Bikin Pak Jokowi mirip Figuran

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Ahok, Jokowi, dan Sunny Tanuwidjaja

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Pergilah Lebih Tinggi, Lihatlah Jiwa Manusia

Konsep Hijâb dalam Tradisi Yahudi, Nasrani, dan Islam

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Atas Nama Kekuasaan dan Syahwat

Belajar Seni Retorika dan Kharisma dari Steve Jobs

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Gereja Makam Yesus Dipercayakan Kepada Keluarga Muslim, Kenapa?

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • INTERNASIONAL
Powered by Helix
Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates
Goto Top
  • HOME
  • NEWS & FEATURES
    • OPINI
    • FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    • XLINK
      • DETIK
      • TEMPO
      • KOMPAS
      • BBC
      • DW
      • VOA
      • NATIONAL GEOGRAPHIC
      • YOUTUBE
    • ENTERTAINMENT