Jika terpilih menjadi presiden pada pemilu tahun 2017 mendatang, Pemimpin Partai Front Nasional Jean Marine Le Pen bersumpah akan melaksanakan referendum untuk membebaskan rakyat Perancis dari cengkeraman Uni Eropa
"Referendum di Perancis ini boleh dikata bisa mewakili rakyat Uni Eropa, saya akan melakukannya. hasil referendum mungkin saja mengubah sesuatu. Lihatlah Brits (inggris), mereka telah menentukan nasib mereka sendiri, mereka memilih kemerdekaan ... Kita bisa memperoleh kemerdekaan lagi dan bangga menjadi rakyat merdeka "kata\ Lepen saat pidato di kota Brachay Timur Laut Perancis .
Sekitar 700an pendukung partai berideologi ultra nasionalis ini berkumpul untuk menyambutnya dengan teriakan "Marine, Presiden" dan melambaikan bendera Perancis.

Pada tanggal 23 Juni, hampir 52 persen warga Inggris memberikan suara dalam referendum untuk mengakhiri keanggotaan 42 tahun Inggris dari Uni Eropa.
Setelah Brexit diumumkan, Le Pen langsung berkicau di akun tweeter-nya dengan mengucapkan selamat kepada rakyat Inggris. yang berbunyi "Kemenangan atas kebebasan! Seperti tuntutan yang saya usulkan selama bertahun-tahun, di Perancis dan negara Uni Eropa lainnya, kita sekarang perlu referendum yang sama "katanya.
Le Pen selama bertahun-tahun menggambarkan dirinya sebagai satu-satunya pengawal hukum dan ketertiban demi persatuan nasional Perancis. Le Pen mengatakan kepada pendukungnya bahwa cara yang paling cocok untuk melawan terorisme adalah kertas suara.
Perancis telah dilanda serangkaian serangan teroris, dan menetapkan keadaan darurat sejak November lalu ketika 130 orang tewas dalam serangkaian serangan teroris terkoordinasi di seluruh ibukota Perancis.
Rakyat Perancis akan menetapkan presiden yang akan memimpin Perancis pada pemilu bulan Mei tahun depan
Dodo Aditya.
Sumber: Press TV




