Kabar buruk buat Eropa. Sebuah studi menyebut militer Rusia mampu menduduki negara anggota NATO di perbatasan timur cuma dalam waktu tiga hari. NATO disebut tidak memiliki kekuatan setara untuk menghalau serbuan Rusia

T-14 Armata adalah tank tempur utama generasi kelima yang diluncurkan oleh Rusia. Tank ini bahkan bisa dimodifikasi menjadi kendaraan tempur robotik. Baru-baru ini Rusia mengumumkan T-14 akan dilengkapi dengan meriam berkaliber 152 mm yang mampu "menembus pelat baja setebal satu meter," kata Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin kepada Russian Today.
Militer Rusia diyakini akan mampu menduduki negara anggota NATO di kawasan Baltik cuma dalam waktu 36 hingga 60 jam. Analisa yang dikeluarkan sebuah lembaga think-tank Amerika Serikat tersebut menyebut NATO tidak memiliki kemampuan militer yang mencukupi buat melindungi perbatasan terluarnya.
Lewat berbagai simulasi perang, Rusia akan dengan mudah mencaplok Latvia dengan mengirimkan batalion bersenjata berat, tanpa adanya kekuatan tandingan setara dari pihak NATO.
Setelah menduduki Latvia, sisa pasukan dari ke 27 batalion infanteri bermotor Rusia akan dengan mudah menerobos Estonia dan merebut ibukota Talinn. Studi setebal 16 halaman tersebut bahkan mewanti-wanti pertahanan gabungan antara pasukan infanteri Latvia dan Estonia yang dibantu serangan udara AS tidak akan mampu menghalau serangan Rusia.
Namun penambahan pasukan pada skala sebesar itu dikalkulasi akan menyedot biaya sekitar 2,7 miliar US Dollar atau sekitar 36 triliun Rupiah per tahun.
DW / Nina Fitri
