Empat kapal Angkatan Laut Korp Pengawal Revolusi Iran, beraksi meledek kapal perusak AS USS Nitze yang sedang berlayar di dekat Selat Hormuz.
Menurut pejabat pertahanan AS, kapal perusak berpeluru kendali USS Nitze dicegat oleh empat kapa patroli cepat l Iran di dekat Selat Hormuz pada Selasa 23 Juli 2016.
Kapal perusak Amerika itu beroperasi di perairan internasional dengan didampingi oleh USS Mason ketika para pejabat mengatakan empat kapal patroli Korps Pengawal Revolusi Iran meluncur dengan kecepatan tinggi mendekati Nitze.
Tindakan ini sangat tidak aman dan tidak profesional karena bisa menyebabkan eskalasi dan salah perhitungan, yang mungkin memerlukan tindakan defensif tambahan, "kata pejabat urusan publik untuk Angkatan Laut AS pada Komando Sentral, Komodor Bill Urban yang dikutip oleh Stars and Stripes.
"Komandan kapal mempunyai kewajiban yang melekat untuk mempertahankan diri."
Dia menambahkan bahwa sepanjang tahun lalu sekitar 10 persen dari interaksi Angkatan Laut Iran dengan Angkatan Laut AS dianggap tidak profesional.
Kapal perusak AS mencoba melakukan kontak radio dengan kapal patroli Iran, namun tidak mendapat tanggapan. Selanjutnya awak kapal Nitze membunyikan peluit kapal, sebagai sinyal angkatan laut dimaksudkan menyatakan bahwa ada kapal tidak jelas niatnya sedang mendekati kapal perusak AS, dilanjutkan dengan tembakan 10 peluru suar ke arah kapal patroli Pengawal Revolusi Iran, masih juga tidak direspon.
Menurut pernyataan itu, Garda Revolusi memaksa Nitze untuk mengubah arah demi menghindari potensi tabrakan.
Kami benar-benar berharap semua negara maritim untuk bertindak secara profesional sesuai dengan hukum internasional, "kata Urban." Angkatan Laut AS terus tetap waspada, dan terlatih untuk menanggapi secara profesional terhadap semua interaksi."
Insiden ini sedang diselidiki, dan mengingatkan contoh pada bulan Januari di mana dua kapal patroli Angkatan Laut AS hanyut ke perairan Iran di Teluk Persia. Awak kapal ditangkap oleh Garda Revolusi dan hampir memicu insiden internasional di tengah-tengah negosiasi nuklir Iran.
Dodo Samego.
Sumber: Stars and Stripes.
